ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Gedung Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani kota Pekanbaru yang berada di jalan Garuda Sakti kecamatan Bina Widya pada Rabu (7/2/2025) didatangi sejumlah orang dan dipasang spanduk.
Adapun spanduk itu salah satunya bertuliskan: “tempat/ruangan ini untuk sementara disegel sampai adanya pembayaran”.
Spanduk penyegelan yang dilakukan sejumlah ruangan, diantaranya tempat parkir pegawai, ruang inap lantai 1 dan 2, serta juga kemudian mematikan listrik ruangan manajemen. Selain itu juga tempat parkir pegawai rumah sakit.
Beberapa orang ini mengaku sebagai kontraktor yang telah bekerja melakukan pembangunan gedung milik pemerintah.
Mereka melakukan ini karena sampai saat ini tidak mendapat kepastian kepastian terkait pembayaran pembangunan gedung. Padahal gedung sudah dipergunakan oleh pemerintah.
Sementara itu, pasien dan pegawai rumah sakit masih terlihat berjalan normal terutama di layanan kesehatan.
Dari keterangan perwakilan kontraktor, Nofrizal memberikan ultimatum apabila dalam seminggu tak juga dibayarkan, mereka akan membongkar ruangan dan alat yang ada di RSD Madani, termasuk ruang inap pasien.
“Kami tunggu sampai sepekan ini. Jika tidak ada tanggapan atau pelunasan terpaksa kami akan kosongkan ruangan, dan kami minta kosongkan pasien, kami tidak akan menganggu pasien,” tegasnya, Rabu (7/5).
Kontraktor lainnya Aleks Satrianto, mengatakan, “Kami tunggu seminggu kedepan, apabila tidak ada respon dan kepastian pembayaran, kami akan bongkar alat dan ruangan. Kita menuntut untuk segera membayarkan hak kami dan kita minta pak Walikota menyikapi aksi kita hari ini, dan kami menyegel ini sampai Walikota menyikapi baru kami buka dan juga jika tidak akan kami permanenkan”.
Dikatakannya bahwa jumlah nilai kontraktor ini sekitar Rp 54 miliar dengan jumlah hingga 100 vendor. Diketahui pembayaran Pemko Pekanbaru kepada kontraktor tersebut tak lunas sejak tahun 2022 hingga saat ini.
“Untuk kerugian kita Rp 54 miliar dan jumlah 100 vendor,” sebut dia.
“Sudah tiga tahun kami menunggu, tapi tidak ada kepastian. Barang dan material sudah kami serahkan, tapi pembayaran tidak pernah kami terima,” kata salah seorang kontraktor saat menyegel ruang-ruang pelayanan di RS Madani.

Kontraktor lainnya mengatakan bahwa mereka tidak percaya dengan undangan rapat dan sebagainya dari pihak pemerintah, pasalnya sebelumnya Asisten II Pemko Pekanbaru, Ingot Ahmad hutasuhut pernah berjanji untuk memfasilitasi pertemuan mereka dengan kontraktor. Namun sudah dua pekan pertemuan tersebut tak kunjung dilaksanakan dan para kontraktor tidak lagi percaya dan maka dari itu melakukan langkah ini.
Sebelum aksi ini dilakukan, para kontraktor sempat melakukan negosiasi dengan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS Madani, Drg Aznar, di ruang kerjanya. Namun, Aznar menyatakan dirinya sudah tidak lagi menjabat sejak 30 April 2025 karena masa tugasnya telah berakhir. Dan hingga kini, RS Madani belum memiliki pimpinan baru karena Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, belum menunjuk pengganti.
Ketidakjelasan ini membuat para kontraktor menuntut tanggapan langsung dari Walikota Pekanbaru. Namun, Agung Nugroho disebut sedang berada di Jakarta dan belum memberikan respon atas permasalahan tersebut. []