ARASYNEWS.com, PEKANBARU — Kelompok terbang (Kloter) pertama sebanyak 445 jema’ah haji dan petugas haji telah kembali ke tanah air Indonesia dari Tanah Suci Makkah melalui Debarkasi Haji Batam pada Kamis (4/6/2026). Kemudian diberangkatkan ke Pekanbaru pada Jum’at (5/6/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 213 orang merupakan jema’ah haji asal kota Pekanbaru. Dan tiba pada pukul 08.45 wib di bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
Jema’ah haji disambut haru keluarga yang telah menanti kedatangan mereka. Penyambutan dipusatkan di MTQ kota Pekanbaru jalan Jenderal Sudirman.
Terdata akan ada kepulangan sembilan kloter jema’ah haji asal Riau yang akan datang di Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Pada kepulangan jema’ah haji tahun 2026 ini, Debarkasi Haji terdata sebanyak 2.472 jema’ah haji yang terbagi dalam 10 kloter. Rombongan jema’ah haji akan tiba kembali di tanah air melalui Bandara Bandara SSK II mulai hari ini, 5 – 21 Juni 2026.
Adapun jadwal kedatangan rombongan jema’ah haji Riau di Bandara SSK II sebagai berikut:
5 – 6 Juni 2026 – kloter 1 dan kloter 2 asal Kota Pekanbaru,
7 – 8 Juni 2026 – Kloter 3 dan kloter 4 asal Kabupaten Kampar,
10 Juni 2026 – Kloter 5 asal Kabupaten Kuansing.
11 Juni 2026 Kloter 6 asal Kota Pekanbaru,
14 Juni 2026 – Kloter 7 asal Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar,
15 Juni 2026 – Kloter 8 asal Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Pelalawan,
16 Juni 2026 – Kloter 9 asal Kabupaten Kampar, dan,
21 Juni 2026 – Kloter 10 asal Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon mengatakan, bahwa pada kloter ini, seluruh jema’ah dan petugas haji telah kembali dari Arab Saudi tanpa ada yang tertinggal di Makkah maupun Jeddah.
Hanya saja, ada dua orang jema’ah haji asal kota Pekanbaru yang tertunda tiba di kota Pekanbaru karena harus menjalani perawatan medis di Batam.
“Alhamdulillah saat kepulangan dari Saudi semua aman, tidak ada yang tertinggal di sana. Hanya ada dua orang jema’ah yang kondisi kesehatannya menurun setelah tiba di Batam, sehingga belum diizinkan pulang ke Pekanbaru,” ujarnya Defizon, Jum’at (5/6).
Keputusan penundaan kepulangan dilakukan oleh tim kesehatan dan pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK) Embarkasi Batam demi memastikan kondisi kesehatan jema’ah benar-benar stabil sebelum melanjutkan perjalanan.
Kedua jema’ah tersebut saat ini menjalani rawat inap di RS Awal Bros Botania, Batam.
“Kloter BTH 03 ini terdiri dari 445 orang, termasuk jema’ah dan petugas. 188 laki-laki dan 257 perempuan,” imbuhnya.
Defizon menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebanyak 277 jema’ah masuk kategori risiko tinggi (risti), terdiri dari 122 laki-laki dan 155 perempuan. Selain itu, terdapat 22 jema’ah yang membawa atau membutuhkan kursi roda selama perjalanan.
[]