ARASYNEWS.com, PEKANBARU — Saat ini sedang hangatnya kabar keberadaan pocong di bagian timur kota Pekanbaru, yakni di wilayah Kulim dan Tenayan Raya. Terkait hal ini, tim gabungan juga tengah berkoordinasi dengan pejabat pemerintahan di dua daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni SH MH menyampaikan kepada Upika dan Forum RT/RW Tenayan Raya dan Kulim agar masyarakat membentuk sinergitas dan kebersamaan serta keamanan.
Warga diimbau untuk mengaktifkan kembali kegiatan Poskamling di lingkungan. Ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Selain itu, diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya berita bohong atau belum jelas kebenarannya hingga pada memviralkannya, agar tidak membuat resah di tengah-tengah masyarakat.
“Atas kejadian ini kami imbau kepada Lurah agar menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas berita yang belum jelas kebenarannya dan kemudian memviralkan berita yang belum pasti kebenarannya,” kata Kapolsek Kulim.

Disebutkannya, dari informasi yang beredar, kejadian pocong beredar di Kelurahan Pebatuan.
Selain itu, agar Lurah, RT/RW serta masyarakat agar tidak melakukan main hakim sendiri yang dapat merugikan pelaku dan juga korban kejahatan tersebut.
Dikatakannya bahwa sebenarnya tidak ada pocong yang muncul di lingkungan masyarakat. Yang ada hanya ulah beberapa oknum remaja atau oknum pemuda yang memakai telekung perempuan lalu dipergunakan di kegelapan malam untuk menakut-nakuti masyarakat.
Diketahui, praktik pocong ini pernah diperankan oleh seseorang dan kawan-kawannya untuk tujuan hanya iseng yaitu untuk menakut takuti masyarakat.
[]