ARASYNEWS.COM – Debat pasangan calon walikota dan wakil walikota Pekanbaru telah dilaksanakan pada Jum’at (8/11/2024) malam. Debat kali ini membahas tentang masalah yang viral yang ada di kota Pekanbaru.
Ada lima Paslon yang beradu argumen, mereka adalah Paslon Muflihun-Ade Hartati, Intsiawaty Ayus-Taufik Arrakhman, Ida Yulita Susanti-Kharisman Risanda, Edy Natar Nasution-Dastrayani Bibra dan Agung Nugroho-Markarius Anwar.
Masalah yang lebih fokus dibahas adalah tentang parkir, sampah, dan banjir yang kerap dikeluhkan masyarakat di kota Pekanbaru.
Masalah-masalah ini terlihat juga masuk dalam visi misi Paslon dan mereka juga telah berencana mengatasinya dalam program-program yang telah mereka sampaikan.
Paslon nomor urut 1, Muflihun-Ade Hartati menyebutkan, parkir bisa menjadi potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat besar bagi Kota Pekanbaru.
Pasangan ini jika terpilih nanti, tidak ingin menghapus tarif parkir, namun mengubah sistem pemungutannya menjadi lebih modern yaitu dengan sistem berlangganan.
Tentang banjir yang kerap melanda di beberapa titik di kota Pekanbaru, mereka mengatakan telah memiliki master plan untuk mengatasi persoalan tersebut. Dan rencananya akan memperbaiki sistem drainase di depan ruko dan pemukiman masyarakat.
Namun paslon ini tak banyak bicara mengenai solusi untuk mengatasi persoalan sampah.
Paslon nomor urut 2, Intsiawaty Ayus-Taufik Arrakhman, menyebutkan parkir juga sebagai sumber PAD yang besar bagi kita Pekanbaru. Paslon ini berniat untuk menggratiskan biaya pendidikan dengan anggaran bersumber dari parkir tersebut.
Paslon nomor urut 3, berkeinginan tarif parkir dihapuskan karena sangat membebani masyarakat.
Paslon nomor urut 4, Edi Nasution – Dastrayani Bibra mengatakan salah satu misi dan programnya yaitu menjadikan parkir tertib dan rapi. Sehingga menjadikan lalu lintas kendaraan lancar. Ini karena parkir yang ada saat ini banyak yang semrawut sehingga menimbulkan kemacetan.
Paslon nomor urut 5 Agung Nugroho-Markarius Anwar menawarkan solusi dengan mengurangi tarif parkir menjadi Rp 1.000 untuk roda dua dan Rp 2.000 untuk roda empat. Ini untuk meringankan masyarakat dan pelaku usaha. Sedangkan untuk banjir, direncanakan akan dilakukan pembersihan drainase dan menerapkan pola pada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit. []