Monumen Tertinggi di Pulau Sumatera, Pernah Berdiri di Kota Padang

ARASYNEWS.COM – Ada banyak peninggalan Belanda saat menjajah di Indonesia, mulai dari bangunan, makam, alat dan sarana transportasi, hingga pada peralatan perang. Peninggalan-peninggalan ini masuk dalam catatan dan dijaga Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Salah satu yang pernah ada adalah sebuah monumen yang konon katanya tertinggi di Pulau Sumatera. Monumen ini dikenal dengan nama monumen Michiels. Keberadaannya berada di kota Padang, Sumatera Barat.

Monumen ini didirikan pada tahun 1855 di Michielsplein (Lapangan Michiels) atau kira-kira berlokasi di Taman Melati di dekat Museum Adityawarman sekarang. (Sumber https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monumen_Michiels).

Tidak diketahui pasti seberapa tinggi monumen ini. Namun dari foto yang terdapat pada sampul buku karangan antropolog Belanda, Freek Colombijn berjudul Paco-paco (Kota) Padang, terlihat perbandingan antara ketinggian monumen ini dengan tinggi dua orang Belanda yang berdiri di depannya, yaitu sekitar 8 kali. Jika ketinggian rata-rata orang Belanda pada waktu itu adalah 180 cm, maka ketinggian monumen ini adalah sekitar 14,4 meter atau lebih kurang setinggi bangunan lima lantai saat ini.

( @ potolawas )

Diketahui, minuman ini terbuat dari besi dengan lantai berlapis marmer dan dinding luarnya dipenuhi relief Eropa. Bagian teratas monumen ini meruncing yang terdiri dari beberapa tingkat, yang dipengaruhi oleh arsitektur Eropa kuno.

Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai penghormatan terhadap Gubernur Jenderal Andreas Victor Michiels, yang dianggap turut berjasa dan mempunyai prestasi yang gilang-gemilang bagi pemerintah di tanah jajahan termasuk di Dataran Tinggi Padang (kawasan Sumatera Barat sekarang).

Selain di Padang, monumen serupa juga dibangun di Batavia dan Surabaya dengan nama yang sama. Namun tidak satu pun dari ketiganya masih berdiri hingga saat ini.

Dari berbagai sumber menyebutkan, monumen ini sudah dihancurkan selama pendudukan Jepang saat menjajah di Indonesia atau segera setelah kemerdekaan. []

You May Also Like