Tempat Wisata ini Mengalami Perubahan Akibat Alam dan Campur Tangan Manusia

ARASYNEWS.com – Ada banyak tempat-tempat destinasi wisata yang mengalami perubahan. Ada yang berubah karena alam dan ada juga karena campur tangan manusia.

Beberapa diantaranya ada di wilayah Sumatera Barat yang lokasinya berada di jalan lintas.

Kawasan yang satu ini dikenal dengan cagar alam Lembah Anai yang berada di kabupaten Tanah Datar, jalan lintas yang menghubungkan Padang – Bukittinggi. Berbatasan langsung dengan kabupaten Padang Pariaman dan kotamadya Padang Panjang.

Dulunya, ada banyak destinasi wisata alam di kawasan ini yang menjadi ikon pariwisata yang terkenal, diantaranya ada kolam renang, ada berbagai tempat kuliner, dan lainnya.

Bentuk fisik kawasan ini sudah beberapa kali hilang atau rusak berat sejak dahulu. Dan terakhir perubahan terjadi pada pertengahan tahun 2024, kawasan ini porak-poranda diterjang banjir bandang atau lahar dingin, menghanyutkan berbagai fasilitas kafe dan infrastruktur wisata. Selain itu bencana juga melanda kawasan ini pada tahun 2025 dan memakan korban jiwa. Belakangan untuk menggaet wisatawan, areanya juga mengalami penataan ulang oleh pemerintah setempat, serta dilakukan penertiban.

Cagar Alam Lembah Anai ini merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Sumatera Barat yang ditetapkan dan dipertahankan untuk melindungi ekosistem hutan tropis dan keanekaragaman hayati di sekitarnya.

Kawasan ini dikenal karena keindahan alamnya yang memadukan lembah, sungai, air terjun, dan hutan tropis yang masih terjaga.

Lembah Anai menjadi destinasi wisata alam sekaligus kawasan penelitian ekologis yang penting bagi studi flora dan fauna endemik Sumatera.

Kawasan ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak tahun 1999 sesuai keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor: 422/Kpts-II/1999, dan dengan luas 221,00 ha.

Kawasan lainnya yang mengalami perubahan adalah pada Kelok Sembilan yang lokasinya diapit oleh dua cagar alam, yakni Cagar Alam Air Putih Lima Puluh Kota dan Cagar Alam Lembah Harau.

Adapun perubahan adalah pada pembangunan flyover Kelok Sembilan yang didirikan untuk mempermudah kendaraan berat dan panjang melintas. Tetapi jalan Kelok Sembilan yang lama masih tetap ada dan boleh dilalui.

Hanya saja, penertiban pada kawasan ini untuk pedagang masih sulit dilakukan pemerintah karena ada berbagai penghalang.

Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong ulu air, Nagari harau/kenagarian persiapan ulu air, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan lama Kelok Sembilan ini memiliki tikungan yang tajam 360 derajat dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan dan dua cagar alam.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like