Penyediaan Pakan di Habitat Satwa Liar dapat Menjaga Kelestarian dan Hindari Konflik

ARASYNEWS.com — Satwa buas yang dilindungi kerap masuk ke lahan perkebunan dan pertanian warga, hingga ada juga yang masuk ke pemukiman warga. Satwa-satwa buas seperti harimau dan beruang ini berusaha bertahan hidup untuk mencari makan. Dan demikian juga dengan satwa herbivora yang dilindungi seperti gajah, tapir, yang juga mendatangi area perkebunan/pertanian warga untuk mencari makan guna bertahan hidup.

Disisi lain pihak balai konservasi sumber daya alam (BBKSDA) yang memberi perlindungan terhadap satwa-satwa liar ini mengimbau agar warga menghindari konflik dengan satwa dan tidak memasang jerat.

Sementara itu, pakan atau makanan satwa tersebut di habitatnya diketahui telah mulai berkurang sehingga melakukan migrasi.

Mungkin sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar konflik antara satwa dengan manusia dapat terhindar dikarenakan satwa mendatangi area perkebunan, pertanian, dan pemukiman warga.

Salah satu yang dapat dilakukan yakni dengan mencontoh yang diperlakukan pawang atau penjaga di kebun binatang. Satwa-satwa diberi pakan pada waktu-waktu yang ditentukan agar satwa dapat hidup.

Contoh yang dilakukan ini sesungguhnya juga dapat diperlakukan pada satwa liar yang hidup bebas di habitatnya di hutan. Yakni dengan melibatkan polisi hutan atau penjaga hutan yang menyediakan hewan tak dilindungi yang dilepasliarkan untuk mereka makan dengan berburu. Ini dapat menjadikan mereka bertahan hidup dan melakukan aktivitasnya di dalam habitatnya tanpa perlu ada konflik dengan manusia.

Kemudian untuk satwa herbivora, yakni dengan menanam tanaman di habitat satwa yang dapat mereka makan tanpa perlu mencari lagi ke daerah pertanian dan perkebunan warga.

Dengan cara ini tentunya dapat menjaga kelangsungan hidup mereka di habitatnya dan mengurangi waktu punah.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like