ARASYNEWS.COM – Perayaan Halloween di kawasan Itaewon, Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) meninggalkan duka. Jumlah korban jiwa dalam catatan sementara yang terdata ada sebanyak 149 orang. Jumlah korban yang tewas ini bahkan melebihi dari kejadian yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu.
Untuk di Indonesia, Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur, update jumlah korban Kanjuruhan di antara total 714 korban terdiri dari 131 korban tewas dan 583 orang luka-luka. Sebanyak 33 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sedangkan data lain yang dikutip dari media setempat, menyebutkan jumlah korban yang tewas ada sebanyak 151 orang.
Adapun penyebab banyaknya korban adalah karena lokasi yang sempit di area tersebut. Dari saksi lainnya, menceritakan kerumunan menjadi semakin tidak terkendali dan timbul kegelisahan saat malam semakin larut.
Rata-rata, korban yang meninggal akibat tragedi ini berusia muda, sekitar 20 tahun-an. Disisi lain, disebutkan juga banyak terjadi berdesak-desakan dan ada juga yang terinjak.
Pejabat di tempat kejadian menyebut, saat ini banyak korban menderita serangan jantung dan kesulitan bernapas
Dirangkum dari berbagai sumber, kejadian bermula ketika warga mulai memadati kawasan Itaewon menggunakan berbagai kostum horor. Mereka sangat antusias karena ini merupakan Halloween perdana setelah terhalang pandemi Covid-19 selama tiga tahun.
Banyak warga yang berdatangan di malam harinya. Dan sekitar pukul 22.20 waktu setempat, kondisi semakin parah di salah satu jalan sempit yang menanjak.
Saat itu, sejumlah orang yang sudah berada di bagian atas jalan ternyata terjatuh, menimpa massa di bawahnya. Di tengah kepanikan, para pengunjung saling injak.
Karena kondisi sangat penuh, petugas sampai-sampai harus bersusah payah menarik beberapa orang keluar dari kerumunan.
Namun, puluhan orang sudah terkapar di jalanan dan mengalami henti jantung. Beberapa pengunjung dan petugas langsung melakukan pertolongan pertama, melakukan teknik CPR di tengah hiruk pikuk massa.
Sebagaimana dilansir Reuters, pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Korsel, Choi Seong Beom, mengatakan bahwa tim juga mengerahkan 140 ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, juga langsung memerintahkan tim medis gawat darurat untuk segera meluncur ke lokasi kejadian.
Ia juga menegaskan bahwa semua tempat tidur di rumah sakit harus disiapkan untuk korban insiden ini. Menurutnya, persiapan tempat tidur di rumah sakit itu penting untuk meminimalkan potensi kematian.
Sementara itu, Wali Kota Seoul, Oh Se Hoon, langsung pulang dari kunjungannya ke Eropa tak lama setelah mendengar kabar mengenai insiden ini. []