ARASYNEWS.COM – Wukuf di Arafah direncanakan puncaknya pada 26 Mei 2026. Sejumlah fasilitas terlihat ada di tenda-tenda dan maktab yang akan ditempati jema’ah haji Indonesia.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pun melakukan peninjauan dan kesiapan tenda serta fasilitas yang akan ditempati jema’ah haji Indonesia.
Sejumlah maktab di beberapa sektor yang telah disiapkan syarikah Dhuyuf al-Bait dicek. Ada kamera pengawas atau cctv yang terpasang di lorong antar maktab, yang akan beroperasi selama 24 jam.
Juga ada penataan khusus pada bagian dalam tenda, seperti terpasangnya karpet, kasur busa, dan AC pendingin.
Maktab untuk jema’ah haji Indonesia terdiri dari belasan tenda dengan ukuran yang berbeda-beda, mulai dari 10×15 meter persegi hingga 15×25 meter persegi. Tempat tidur di dalam tenda telah disusun sesuai kapasitas masing-masing maktab yang dapat menampung hingga 300 orang jema’ah.
Setiap jemaah nantinya akan mendapatkan satu kasur, satu seprai, satu bantal, dan dua selimut selama berada di Arafah.
Dibagian luar maktab, tersedia kompleks toilet yang masing-masing berisi belasan bilik. Dilengkapi toilet duduk, toilet jongkok, tempat wudhu, hingga toilet khusus difabel dengan jalur akses ramah disabilitas.
Salah satu pembaruan fasilitas tahun ini yakni pemasangan urinoir di luar area toilet pria untuk mengurangi antrean panjang saat jema’ah buang air kecil.
Selain area istirahat dan sanitasi, maktab juga dilengkapi mushalla, klinik kesehatan, kantor operasional, dan ruang layanan pelanggan.
Dilain sisi, ada yang masih dalam tahap penyempurnaan dan ditargetkan selesai beberapa hari kedepan.

“Tim ingin memastikan seluruh jema’ah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, dikutip dari Media Center Haji, Senin (11/5/2026).
Ia mengakui, masih ada sejumlah yang perlu diselesaikan untuk pendukung tenda dan akan dicek kembali beberapa hari kedapan.
“Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis,” ujarnya.
“Semuanya harus dipastikan, setiap saat kita cek and recheck sampai seluruh hak jema’ah terpenuhi,” imbuh Ian
Kemenhaj RI memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati puncak ibadah haji agar seluruh layanan yang menjadi hak jemaah benar-benar tersedia saat fase wukuf dimulai.
Pengecekan ini turut didampingi para kepala sektor di Daerah Kerja (Daker) Makkah. Dan ini agar petugas yang mendampingi nanti memahami posisi maktab, jalur layanan, serta koordinasi lapangan saat operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
[]