Dua Kapal Indonesia Angkut BBM Dikabarkan Berhasil Lewat Daerah Konflik

ARASYNEWS.COM – Sebuah video yang memperlihatkan kapal tanker yang mengangkut minyak untuk Indonesia melintasi Selat Hormuz viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali ramai dibagikan melalui platform TikTok oleh akun @dazall401.

Dalam rekaman tersebut terlihat seorang awak kapal sedang merekam suasana di dek kapal tanker saat kapal melintasi perairan yang disebut sebagai Selat Hormuz

Rekaman tersebut menjadi perhatian dan harapan warganet di Indonesia karena menunjukkan kapal tanker yang disebut berasal dari Indonesia berada di jalur pelayaran strategis dengan pengawasan militer ketat dari pihak Iran.

Dilain sisi, PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan, dua kapal milik perusahaan berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah. Keduanya yakni kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan, terdapat empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Kapal PIS Rinjani sedang berada di perairan Khor Fakkan – UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.

“Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sementara dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya sedang berada di Teluk Arab.

“Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman,” kata dia.

Dijelaskan juga, Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kendati dua kapal masih tertahan, seiring dua kapal telah keluar dari daerah konflik, Vega memastikan bahwa pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.

“Distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan, PT Pertamina Group telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternative, dan emergency untuk menentukan jalur pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap posisi semua armada, kru, dan pekerja.

“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa,” tutup Vega.

[]

Sc. Kompas

Next Post

No more post

You May Also Like