Nenek Asal Sulsel Jadi Ikon Program Makkah Route Arab Saudi

ARASYNEWS.COM – Seorang jema’ah haji Indonesia menjadi ikon global jema’ah haji 2026 dalam program Makkah Route Arab Saudi. Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia karena terpilih menjadi ikon inspiratif bagi jema’ah haji 1447 Hijriah untuk dunia.

Perjalanan kisahnya menunaikan ibadah haji mencapai tanah suci dilihat dunia. Kisah inspiratif ini bahkan menjadi salah satu contoh yang patut ditiru.

Kisahnya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk tak lelah berjuang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji

Jema’ah haji ini asal Maros, Sulawesi Selatan, tempat tinggalnya di dusun Majannang. Ia terpilih mendapat panggilan Allah untuk mencapai Baitullah di Makkah. Ia adalah nenek Jumaria (70 tahun) yang bekerja sebagai buruh tani.

Dalam video yang diunggah, diceritakan singkat perjalanannya.

Selama sekitar 20 tahun, Jumaria menabung sedikit demi sedikit dari hasil menggarap sawah dan kebun.

Uangnya disimpan di ember tua diletakkannya di bawah tempat tidur, ditutup kain bekas agar tak diketahui orang. Dari perjuangan itulah, mimpi pergi ke Tanah Suci akhirnya benar-benar terwujud.

Dalam kesehariannya, ia menghabiskan waktu dan bergelut dengan lumpur. Di balik jemari dan keinginannya tersimpan doa dan tekad yang kuat untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Itu kalau saya diberi uang 200 ribu, 100 saya simpan, 100 sisanya saya belanjakan. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan sampai bisa berangkat haji,” ungkap Nenek Jumaria dengan penuh syukur.

Bahkan demi menjaga tabungan yang tetap utuh ia memilih hidup sangat sederhana dan makan seadanya dari hasil kebun sendiri.

Masya Allah, semoga tekad Nenek Jumaria menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih bersungguh-sungguh berikhtiar menuju Baitullah. Hingga akhirnya kabar gembira itu datang.

Dalam hati ia bertanya:
“Siapa yang akan mengantarkan keberangkannya saya?”. Tapi Allah berkehendak, “Aku yang mengantarkan mu dengan disaksikan seluruh dunia”.

Di aula layanan Makkah route, dia berjumpa dengan anak-anak yang tak pernah ia lahirkan. Mereka bergegas melayani dan menemaninya dengan penuh kehangatan. Ia tidak berangkat sendiri, malam petugas mengantarnya seperti seorang ibu yang sedang pulang ke rumah.

Meski usianya yang sudah 70 tahun, tapi kondisi fisik Jumaria masih sangat kuat. Ia bahkan tak pernah absen manasik lebih dari 80 kali pertemuan, dan masih sanggup berjalan kencang saat berada di tanah suci.

Kini kisah jumaria mendunia ketika otoritas keimigrasian Kerajaan Arab Saudi mengangkat perjalanan hidupnya melalui dokumentasi program Mekah route. Di embarkasi Makassar dan mengunggahnya dikenal instagram resmi Makkah Route.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like