Tiga Orang Korban Letusan Gunung Ditemukan, Dua Diantaranya Warga Asing

ARASYNEWS.COM – Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara terjadi pada Jum’at (8/5/2026). Terdapat 20 pendaki terdampak bencana tersebut. Dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia karena terjebak saat melakukan pendakian.

Tim SAR gabungan pun terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian korban erupsi.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, sebelumnya mengatakan bahwa tim SAR sudah mendapatkan informasi keberadaan ketiga korban, tapi evakuasi belum bisa dilakukan karena mereka berada di kawah.⁠

Tiga orang korban ini lokasinya terpencar, dua orang bersama di satu titik, sedangkan satu orang lagi terpisah dengan jarak 500 meter.⁠

Disebutkan, keberadaan korban yang dekat dengan kawah jadi tantangan tersendiri karena Gunung Dukono masih aktif dan terus erupsi.⁠

“Posisi korban diduga berada sangat dekat dengan bibir kawah,” dikutip dari keterangan Ramdani sebelumnya.

Dalam operasi pencarian korban, dikatakan Ramdani, tim dibagi menjadi empat SRU, dengan dua tim bertugas melakukan evakuasi dan dua lainnya sebagai tim pendukung mengingat erupsi masih terus terjadi.⁠

Pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIT, tim SAR menemukan satu korban bernama Enjel, yang merupakan warga negara Indonesia. Jenazahnya ditemukan di kawah Gunung Dukono.

Tim SAR kemudian membawa korban ke pos pemantauan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Kemudian, pencarian terus dilakukan untuk mencari dua orang lagi. Dalam operasi hari ketiga ini, tim bergerak menuju lokasi di sekitar puncak Gunung Dukono dan menemukan jasad korban sekitar pukul 11.20 WIT.⁠

Tim SAR menemukan dua orang korban dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), warga negara Singapore.

Proses evakuasi jenazah korban mendapat tantangan karena sudah ada yang tertimbun abu serta medan yang ekstrem dan aktivitas vulkanik gunung yang masih tinggi.⁠

Disisi lain, Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, menyebutkan bahwa penemuan tersebut dalam proses evakuasi, kondisi korban dilaporkan sudah tidak utuh karena tertimpa batu berukuran besar dan tertimbun pasir abu vulkanik.⁠

Ia mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena korban tertimbun material vulkanik cukup dalam, sementara aktivitas erupsi Gunung Dukono masih terus terjadi secara fluktuatif.

Sebanyak 98 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, hingga masyarakat setempat.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki zona bahaya Gunung Dukono dalam radius 4 kilometer dari kawah serta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG demi keselamatan bersama.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like