ARASYNEWS.COM – Event Tour de Muara Takus 2022 dimulai pada hari ini, Sabtu (12/11/2022). Event ini melibatkan pebalap sepeda dari dalam negeri dan luar negeri. Kegiatan ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Riau, Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar, Dinas Pariwisata Riau, ISSI, dan Polda Riau.
Adapun rute yang dilalui mulai dari Mapolda Riau menuju Istana Kampa di kabupaten Kampar – Balai Kota Bangkinang – Puncak Kompe – dan berakhir di kawasan wisata Candi Muara Takus. Dengan jarak tempuh 125 kilometer.
Datang ke kabupaten Kampar untuk mengikuti acara ini tak lengkap jika tidak mencicipi kuliner di Kampar. Makanan khas ini dapat dinikmati diberbagai tempat dan bahkan juga tersedia dibeberapa rumah makan di kabupaten Kampar.
Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa kuliner dan makanan khas Kampar yang patut untuk dicoba.

- Sate Ocu
Sate Ocu adalah salah satu makanan khas Bangkinang Kampar yang punya rasa lezat dan nikmat. Sate Ocu sekilas mirip dengan sate Padang, tetapi ternyata berbeda rasanya.
Walaupun sama-sama disajikan dengan potongan ketupat, Sate Ocu terbuat dari banyak hal seperti ayam, daging sapi, ceker, hati, sampai tulang.
Sedangkan sate Padang hanya terbuat dari daging sapi. Ada hal berbeda lainnya, yaitu sate disajikan dengan sepiring sambal yang khas. Benar-benar cocok untuk para pecinta makanan pedas.

- Sate Lidah
Meskipun dinamakan sate lidah, namun sebenarnya bahan utama kuliner khas Kampar ini adalah ayam namun bentuknya mirip dengan lidah. Penamaan makanan ini tidak sama seperti makanan pada umumnya seperti misalnya Sop Buntut yang memang menggunakan bahan utama dari buntut sapi.
Sekilas sate lidah memiliki kemiripan dengan sate khas padang karena sama-sama berkuah kuning. Terkadang kuah sate lidah tampak kehijauan karena ditambahkan cabe rawit. Penambahan cabe rawit bisa disesuaikan dengan selera. Jika wisatawan senang dengan makanan pedas, cabe rawit wajib ditambahkan dalam sate lidah.
Kuahnya menggunakan santan dari kelapa. Bumbunya berupa seperti kaldu ayam, garam, lengkuas, jahe, kunyit, serai, daun jeruk, jinten, cabe rawit, bawang putih, bawang merah dan daun salam. Daging ayam ditusuk seperti sate sambil diolesi sedikit minyak dan dibakar hingga matang. Lalu disajikan dengan dilumuri kuah kuning.

- Gulai Belacan
Makanan khas bernama Gulai Belacan ini menggunakan bahan utama udang berukuran besar. Sesuai namanya, udang yang berukuran besar dimasak menjadi masakan gulai menggunakan bumbu rempah. Proses memasaknya tergolong mudah, semua bahan-bahan (udang dan bumbu rempah) dimasukkan ke dalam kuali.
Bumbu rempahnya dibuat menggunakan bahan-bahan seperti lada, asam jawa, garam, minyak goreng, santan dan gula. Kemudian semua bahan-bahan yang telah dimasukkan dalam kuali diaduk sampai matang. Makanan ini banyak disukai oleh para wisatawan penggemar seafood karena cita rasanya begitu khas.
Aroma rempahnya begitu kuat sehingga sangat sedap saat dimakan. Selain itu, aroma rempah dari Gulai Belacan juga memberikan sensasi hangat bagi siapa saja yang memakannya. Menariknya, udang berukuran besar di Kampar dimasak sebagai gulai dan menjadi makanan khas favorit para wisatawan.

- Gulai Siput Kuantan
Selain Gulai Belacan, Anda juga bisa mencicipi Gulai Siput Kuantan di Kampar. Meskipun sama-sama dimasak gulai, namun gulai ini menggunakan siput sawah sebagai bahan utamanya. Siput sawah banyak ditemukan di area persawahan wilayah Kampar ketika musim kemarau maupun ketika curah hujan sedang tidak begitu tinggi.
Gulai Siput Kuantan dimasak dengan mencampur semua bahan-bahan baik siput sawah dan bumbu rempah ke dalam santan sampai mendidih. Bumbu rempah yang digunakan dalam masakan ini adalah kunyit, daun salam, bawang putih, bawang merah, lengkuas, cabai, dan daun limau.

- Gulai Asam Pedas Ikan Patin
Gulai Asam Pedas berbahan utama ikan patin. Makanan ini sangat cocok untuk para pecinta pedas karena didominasi dengan rasa gurih dan pedas. Tekstur ikan patinnya berdaging dam empuk sehingga terasa begitu lezat.
Kandungan gizi dalam ikan patin juga cukup tinggi sehingga memberikan tambahan nutrisi bagi siapa saja yang memakannya. Apalagi bumbu rempahnya cukup kuat sehingga rasa gulainya terasa semakin sedap. Bumbu rempah yang digunakan dalam gulai ini antara lain daun jeruk, kunyit, garam, lengkuas, dan serai.

- Pongkek Cubadak
Pongkek Cubadak menggunakan bahan utama buah nangka atau ‘cubadak’. Istilah cubadak biasanya digunakan oleh masyarakat Kampar untuk menamakan buah nangka. Uniknya, buah nangka di Kampar tidak hanya dimakan sendirian, melainkan dibuat masakan dan menjadi makanan.
Menariknya lagi, makanan ini biasa disajikan dan dimakan dengan nasi. Dalam pembuatannya, pongkek Cubadak dibuat dari buah nangka yang dipotong-potong berukuran kecil menyerupai dadu. Sebelum dipotong dadu, buah nangka dibersihkan sampai tidak ada sisa kotoran sedikitpun.
Buah nangka dimasukkan ke dalam kuali bersamaan dengan bumbu-bumbu yang sudah ditumbuk halus seperti jahe, ketumbar, garam, cabai, kunyit, bawang putih, kunyit, dan bawang merah dan dimasak sampai matang sambil sesekali diaduk supaya bumbunya meresap sempurna. Setelah matang, kemudian disajikan dengan nasi.

- Ikan Bakar Kapiek
Ikan Kapiek adalah jenis ikan yang masih satu spesies dengan ikan mas. Kapiek Tak Bertulang adalah makanan berupa ikan tanpa tulang yang dimasak menggunakan teknik khusus. Cita rasa makanan ini begitu lezat karena diolah dengan cara dibakar kemudian dilumuri menggunakan bumbu spesial. Biasanya makanan ini disajikan dengan sambal balado atau sambal terasi.
Selain itu, Kapiek Tak Bertulang juga bisa disajikan dengan sayuran lainnya seperti tumis jengkol atau gulai. Makanan ini dimakan dengan nasi hangat sehingga rasanya sangat lezat. Sensasinya terasa berbeda dengan makan ikan bakar pada umumnya.

- Kue Jalo
Bahan dasar pembuatan Kue Jalo adalah tepung terigu dimana adonannya dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai jalo. Setelah itu adonan tepung dicetak menggunakan cetakan berisikan 4-5 corong. Bahan lain yang digunakan untuk membuat kue jalo adalah air, vanili, garam, telur ayam, mentega, dan gula pasir.
Dalam proses pembuatannya, adonan tepung terigu dicampur dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan lalu diaduk sampai rata. Setelah tercampur rata baru kemudian ditambahkan mentega dan air. Adonan yang sudah dibuat dimasukkan ke dalam cetakan lalu dibolak-balik sampai bentuknya mirip jaring di atas teflon yang panas.
Biasanya kue jalo yang sudah matang disajikan di piring dengan tambahan topping tertentu. Mayoritas masyarakat Kampar menyajikan kue ini dengan kuah srikaya sehingga rasanya semakin lezat. Jajanan khas Kampar ini banyak ditemukan di berbagai tempat di wilayah Kampar terutama di pasar tradisional.
Makanan satu ini juga dapat ditemukan di kabupaten lain seperti Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan sebagian Rokan Hulu juga membuat kue ini. Perbedaannya ada di pelengkapnya. Kue Jalo yang dibuat oleh masyarakat Kampar memakai Sarikayo (Srikaya) untuk pelengkapnya.

- Kue Palito Daun
Bahan utama kue jalo adalah tepung beras. Jajanan ini dikenal juga dengan sebutan kue pelita daun. Kue ini dinamakan ‘Palito Daun’ karena bagian bawah dari kue tampak seperti pelita atau sumbu pelito jika daun pisang yang digunakan untuk membungkus kue dibuka di bagian atasnya.
Ciri khas kue palito daun yakni memiliki bentuk persegi dengan bagian permukaan yang berwarna putih. Untuk rasanya sendiri cenderung manis dan berpadu dengan rasa gurih. Ketika dikunyah, kue ini terasa begitu lembut. Bentuk kue pelito daun ada kemiripan dengan makanan Talam Jagung Manis.
Proses pembuatannya adalah dengan mencampurkan semua bahan seperti gula, santan, garam, vanili, dan tepung dan diaduk sampai rata. Daun pisang disiapkan dan dibentuk kotak-kotak yang jumlahnya menyesuaikan kebutuhan. Setelah itu adonan dimasukkan dalam kotak dan dikukus dalam dandan sampai matang.
- Lopek Bugi
Cemilan Lopek Bugi sangat populer di Kampar, Provinsi Riau. Lopek Bugi adalah nama lain dari lepat ketan. Dalam sejarahnya, Lopek Bugi hanya boleh dikonsumsi kaum bangsawan. Akan tetapi semakin lama cemilan ini bisa dikonsumsi oleh siapa saja termasuk para wisatawan. Cemilan ini banyak ditemukan di berbagai tempat di wilayah Kampar.
Yang menarik dari lepat ketan khas Kampar ini adalah adanya berneka macam rasa yang bisa disesuaikan dengan selera. Bahan utama yang digunakan dalam Lopek Bugi adalah berasa ketan yang dibuat dengan cara ditumbuk halus lalu diuleni sampai kalis. Teksturnya legit dan kenyal. Ditambah lagi dengan aroma khas daun pisang.

- Dadio
Jika Anda kehausan, cobalah untuk mencicipi minuman khas yang dinamakan Dadio ini. Minuman ini merupakan hasil fermentasi susu kerbau dimana proses fermentasinya dilakukan oleh gubalo. Gubalo sendiri adalah orang yang beternak kerbau. Keunikan susu kerbau fermentasi ini adalah dari segi tekstur dan rasanya.
Teksturnya kenyal dan dibuat secara turun temurun sejak jaman dahulu oleh masyarakat setempat dan masih eksis hingga saat ini. Proses pembuatannya membutuhkan waktu lama karena melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah hasil perasan susu kerbau yang masih segar dimasukkan ke tabung bambu.
Kemudian tabung bambu tersebut dipotong di bagian beberapa ruasnya. Setelah itu daun pisang digunakan untuk menutup susu yang sudah dimasukkan ke dalam bambu. Susu kerbau difermentasi sekitar satu bulan. Hasil susu fermentasinya beraroma harum karena diproses menggunakan kombinasi antara bambu dan daun pisang.
Jika Anda berkunjung ke Kampar, jangan pernah melewatkan untuk mencicipi kuliner khas dan unik ini. Hampir semua kuliner ysang ada memiliki cita rasa berbeda dengan makanan tradisional dari daerah lainnya. Sehingga Anda akan mendapatkan pengalaman berwisata kuliner terbaru dengan cita rasa khas yang belum pernah Anda coba sebelumnya. []