Riau ternyata pernah punya mata uang sendiri
ARASYNEWS.COM – Ternyata dahulu, tiap-tiap daerah di Indonesia pernah punya mata uang sendiri-sendiri. Salah satunya juga ada di Kepulauan Riau, yang dahulunya Riau Kepulauan bergabung dengan Riau daratan.
Penerbitan ini pada masa konfrontasi Bank Indonesia sekitar tahun 1963-1965.
Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukan karena masih banyak orang Indonesia yang menggunakan mata uang asing, mengingat secara geografis lokasi mereka berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Fisik uang rupiah Kepulauan Riau atau yang biasa disebut KRRp itu kini masih tersimpan rapi di Museum Bank Indonesia, tidak lagi dipergunakan.
Dari keterangan yang dikutip dari BI, disebutkan fungsi uang tersebut untuk mengendalikan mata uang asing seperti dolar.
Fungsi uang bukan hanya sekadar alat tukar ekonomi tapi juga menjadi simbol kedaulatan suatu negara.
Sebagai koleksi penting, mata uang ini menyimpan cerita tentang peranannya dalam mengatasi penggunaan dolar di Malaysia dan di wilayah Kepulauan Riau pada Oktober 1963-1964.

Salah satu koleksi yang bisa dilihat adalah pecahan uang 1 KRRp berwarna merah, bergambar Presiden Soekarno dan seorang penari yang menggambarkan kebudayaan Indonesia.
Tidak lama beredar, pada 1 Juli 1964, KRRp ditarik, digantikan oleh uang yang berlaku umum di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Museum Bank Indonesia berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara No 3, Jakarta Barat. Merupakan area bekas gedung Bank Indonesia Kota.
Bangunan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang dibangun pertama kali pada 1828. Tapi sebelumnya, pada tahun 1625, di tempat ini pernah dibangun sebuah gereja sederhana untuk umat Protestan. Pada 1628, gereja ini dibongkar karena digunakan untuk tempat meriam besar ketika puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavia untuk pertama kali.
Museum Bank Indonesia menyajikan informasi detail tentang mata uang Indonesia, dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada 1953.
Masuk ke museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai macam koleksi uang kertas dan logam yang pernah diterbitkan untuk daerah di Indonesia. Semuanya tersimpan dengan rapi.
Pengunjung dapat fasilitas yang ada di dalam museum ini, memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama.
Ada pula koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.
Museum Bank Indonesia buka setiap hari bagi pengunjung, kecuali Senin dan hari libur nasional. []
Sc. Liputan6