Bangunan Bekas Sumur Hasil Ekplorasi Minyak Tua Era Kolonial di Kuansing

ARASYNEWS.COM – Indonesia memiliki ribuan titik sumur minyak tua yang berproduksi sejak zaman kolonialisme Belanda. Sumur-sumur minyak tua ini dahulunya digali dengan tenaga manusia dan menggunakan alat seadanya.

Akan tetapi, banyak juga sumur-sumur tua ini yang tidak lagi dimanfaatkan karena tidak lagi berpotensi.

Salah satunya ada di desa Rambahan, ada bangunan tua yang kata-kata orang terdahulu, dulunya sebagai tempat eksplorasi minyak yang diduga peninggalan era kolonial Belanda.

Desa Rambahan ini berada dalam Kecamatan Logas Tanah Darat, kabupaten Kuantan Singingi.

Hanya saja, ekplorasi pencarian migas itu tidak dilanjutkan. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, berkemungkinan karena tidak produktif.

Bangunan-bangunan itu kini hanya terlihat berdiri dan termakan usia. Ada tungku-tungku besar bekas ekplorasi, ada juga yang berbentuk kolam. Bangunan itu terdiri dari empat pondasi. Di tengah ada lubang seperti sumur.

Bahkan, disebutkan juga dulu pernah ada besi melingkar di bawah yang diduga sebagai tempat pegangan alat bor.

Selain itu, tidak jauh dari lokasi, juga ada bekas pondasi yang diduga sebagai pondasi tempat tinggal. Lokasinya dekat aliran air sungai.

Bukan hanya itu saja, di sekitar lokasi juga ada besi pipa bulat yang keras.

Pemerintah setempat berupaya agar sisa-sisa bangunan itu menjadi situs sejarah minyak di Riau.

Untuk diketahui, selain di Kuansing, ada dua daerah lainnya di Riau yang tercatat sebagai sumur minyak tua, yakni di Minas kabupaten Siak dan di Lirik kabupaten Indragiri Hulu. []

You May Also Like