ARASYNEWS.COM – Museum kereta api salah satunya berada di Sumatera Barat. Berada di jalan Ahmad Yani, kota Sawahlunto. Museum ini diresmikan ada tahun 2005 yang dialihfungsikan dari stasiun menjadi museum.
Sementara itu, stasiun ini beroperasi sejak tahun 1912 pada masa kolonial, berfungsi sebagai stasiun yang menghubungkan Sawahlunto atau kota tambang menuju ke kota pelabuhan di kota Padang.
Museum ini memamerkan sejarah tambang batubara Ombilin, lokomotif uap “Mak Itam”, dan berbagai peralatan kereta api tua.
Stasiun bersejarah peninggalan Belanda ini banyak dikunjungi wisatawan dari dalam kota, luar kota hingga mancanegara.

Berbagai koleksi peninggalan zaman dahulu terdapat di dalamnya, mulai dari koleksi miniatur kereta api yang pernah digunakan, alat operasional kereta api seperti toothmors, lampu wesel, dan banyak peralatan kereta api pada zaman dahulu, ratusan peralatan kuno dan foto-foto yang menunjukkan sejarah pembangunan dan pengoperasian kereta api di Sawahlunto. Traveler juga bisa menonton film dokumentasi yang ditayangkan sesuai pesanan dan dipandu oleh penjaga Museum.
Untuk jam operasional masuk dalam bangunan stasiun, yakni Senin-Jumat: 08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu: 08.00-17.00 WIB. Tiket Masuk: Rp3.000 (dewasa), Rp2.000 (pelajar/anak-anak).
Sementara itu, dibagian luar bangunan stasiun, terparkir lokomotif dan gerbong-gerbong kereta api. Sementara itu, koleksi utamanya adalah Lokomotif uap E1060 atau lebih dikenal dengan nama Mak Itam, yakni lokomotif bergigi yang dahulu digunakan untuk menanjak rute Sawahlunto-Teluk Bayur. Semuanya masih aktif dan pada waktu-waktu tertentu dinyalakan.
Museum ini menjadi salah satu dari sedikit museum kereta api di Indonesia dan menjadi situs wisata edukasi penting di Sumatera Barat.
Museum kereta api ini awalnya merupakan stasiun Sawahlunto yang menjadi bagian dari jaringan rel kereta api Sumatera. Stasiun Kereta Api Sawahlunto dibangun pada tahun 1912. Produksi Batu Bara Ombilin ternyata benar-benar mempengaruhi Kereta Api.
Tapi, sejak Desember 2003 Stasiun Kereta Api Sawahlunto berhenti beroperasi karena minimnya produksi Batu Bara untuk dibawa dengan kereta api. Dan sejak tahun 2005, stasiun ini berubah fungsi menjadi museum kereta api dengan koleksi gerbong, lokomotif uap dan aneka dokumentasi kereta api di Sumatera.
Museum Kereta Api Sawahlunto adalah museum kereta api tertua kedua di Indonesia setelah Museum Kereta Api Ambarawa.

Biasanya, pada hari Ahad, traveler bisa mencoba naik kereta wisata yang ditarik dengan lokomotif uap ikonik Mak Itam dengan rute Sawahlunto – Muarokalaban.
Museum Kereta Api Kota Sawahlunto hingga kini menjadi pusat edukasi sejarah yang memperkenalkan peran kereta api dalam mendukung industri pertambangan batu bara di Sawahlunto.
Diubah fungsikan menjadi museum atas kerjasama PT Kereta Api Indonesia dengan Pemerintah Kota Sawahlunto yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 17 Desember 2005. Dan terdaftar secara resmi dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 13.73.K.05.0114.
Saat ini, museum ini dikelola Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto. Pengelolaan tersebut bertujuan untuk menjaga keberlanjutan museum sebagai pusat pelestarian sejarah sekaligus destinasi wisata edukatif bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Selain itu, tidak jauh dari museum kereta api Sawahlunto ini juga terdapat destinasi wisata bersejarah lainnya, diantaranya adalah lubang tambang Mbah Suro dan museum tambangnya, Museum Goedang Ransum yang dulunya bekas dapur, Silo Gunung yang bangunannya menjulang tinggi yang dulunya sebagai tempat penampungan batu bara, lubang Kalam kereta api dengan panjang 828 meter, Kantor Bukit Asam, Schoorsteen van Stoomkrachtcentrale te Sawahloento yang saat ini menjadi bangunan Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, dan lainnya.

Selain itu, untuk mendukung Sawahlunto sebagai kota tujuan wisata, berbagai macam ide dilakukan. Salah satunya menghadirkan kuliner di dalam gerbong kereta api. Lokasinya dekat dengan museum.
Tempat ini selalu ramai pada sore hingga malam hari. Dan bisa menikmati menu makanan ataupun minuman di dalam gerbong atau juga di luar dekat gerbong. Menu yang tersedia juga beragam dan terjangkau.
Pengunjung akan seolah merasakan hal yang berbeda jika menikmati menu yang disajikan pengelola kafe di kawasan ini.
[]