Penampakan Sisa-sisa Bangunan di Waduk PLTA Koto Panjang

ARASYNEWS.COM, Kampar – Jika sebelumnya pohon-pohon bermunculan di waduk PLTA Koto Panjang, kini mulai terlihat bangunan-bangunan bekas pemukiman penduduk, dan bahkan perkuburan.

Adapun, mulai bermunculan terlihat kembali lantaran air pada waduk mulai mengering akibat cuaca kemarau yang berkepanjangan dan debit air yang menurun.

Bahkan, kekeringan ini disebutkan lebih parah dari yang pernah terjadi pada tahun 2014 silam.

Kawasan ini merupakan pemukiman yang dulunya dikorbankan untuk pembangunan waduk PLTA Koto Panjang.

Ada tujuh desa yang masyarakatnya dipindahkan untuk proyek strategis nasional ini, diantaranya adalah desa Pulau Gadang, Batu Bersurat, Kota Tuo, Pongkai, Muara Takus, Tanjung Alai, dan Lubuk Ogung.

Sisa-sisa bangunan ini telah bercampur endapan lumpur. Ada pondasi rumah, tiang rumah, sisa dinding rumah, bahkan ada juga sisa fasilitas seperti jembatan.

Penampakan ini menarik perhatian warga, bahkan ada juga yang datang dari daerah lain untuk melihat penampakan ini. Seakan menjadi kenangan bagi warga dan wisata sejarah dadakan.

Bagi warga sekitaran, menyebut ini sebagai kampung timbul. Dan warga juga memfasilitasi untuk pengunjung yang ingin melihat kawasan ini dengan jasa yang ditawarkan.

Pengunjung yang ingin melihat lebih dekat, dapat menyewa perahu dari dermaga Gulamo yang ada di dekat jembatan dengan biaya sekitar Rp 20 ribu – Rp 30 ribu.

Berkunjung ke kampung yang pernah terendam ini dapat menjadi pengalaman dan pengetahuan tentang pengorbanan warga untuk pembangunan proyek strategis nasional untuk masyarakat banyak.

Akan tetapi, pengunjung perlu berhati-hati saat menginjakan kaki di kawasan bekas perkampungan ini karena kondisi tanah yang masih labil, masih lunak akibat endapan lumpur, dan masih rawan.

[]

Foto. Istimewa

You May Also Like