Atraksi Perahu Baganduang dari Lubuk Jambi Kuansing Riau

ARASYNEWS.COM – Di Lubuk Jambi, yakni satu daerah yang berada di dalam wilayah kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, ada satu tradisi ritual Majompuik Limau dan diperlombakan dalam festival Perahu Baganduang. Tradisi ini hadir setiap tahun yang menampilkan atraksi budaya yang unik.

Perahu Baganduang merupakan perahu kebesaran dari Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing. Terdiri dari gabungan beberapa sampan panjang yang dihiasi simbol adat, janur, dan kain panjang.

Perahu ini adalah kendaraan adat yang digunakan sudah dilakukan masyarakat selama lebih dari satu abad. Konon, perahu ini awalnya digunakan oleh raja sebagai sarana transportasi dan transportasi utama.

Dalam tradisi yang ditampilkan ini, perahu digabungkan dari dua hingga tiga buah sampan atau perahu yang panjang, ditegakkan dengan gulang-gulang (tunggul adat), simbol-simbol, serta dihiasi janur, dan kain panjang, serta dihiasi berbagai simbol adat seperti padi, tanduk kerbau, dan payung,

Sekitar tahun 1980-an, perahu Baganduang juga pernah dipergunakan untuk membawa tamu kebesaran dalam setiap pelaksanaan pacu jalur di Tepian Narosa Taluk Kuantan. Dan pada tahun 1996, juga mulai diperlombakan hiasannya.

Perlombaan Perahu Baganduang mulai rutin digelar setelah hari raya besar umat Islam di Kenagarian Lubuk Jambi.

Ciri-ciri Perahu Baganduang terdiri dari gabungan dua hingga tiga buah sampan panjang yang diikat atau dirangkai menggunakan bambu. Perahu dihias dengan berbagai benda yang memiliki makna adat dan sosial, antara lain:

  • Padi dan Tanduk Kerbau: Melambangkan kesuburan dan keperkasaan.
  • Labu-labu: Lambang persatuan dan kesatuan masyarakat.
  • Payung: Melambangkan rukun Islam yang lima dan kepemimpinan.
  • Kain dan Janur: Menambah keindahan dan keagungan perahu.

[]

You May Also Like