Tradisi Unik Penuh Misteri Masuk Nagari Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung

ARASYNEWS.COM – Daerah-daerah di Indonesia mempunyai sejarah, keunikan, tradisi yang berbeda-beda, bahkan ada juga yang syarat akan misteri. Hal-hal ini terus turun temurun sejak zaman dahulu dan bahkan hingga sat ini.

Salah satu yang unik adalah pada Nagari Sumpur Kudus yang berada di kabupaten Sijunjung provinsi Sumatera Barat.

Di daerah ini terdapat sebuah tradisi yang jika dilanggar akan membahayakan bagi yang melanggarnya.

Nagari Sumpur Kudus ini memiliki sebuah kearifian lokal yang harus ditaati oleh orang yang baru pertama kali masuk ke wilayah itu.

Kearifan lokal itu disebut dengan Tradisi Tanam Ranting. Lokasinya berada di sebuah kawasan yang menjadi pintu masuk Sumpur Kudus, Puncak Lontiak.

Puncak Lontiak merupakan sebuah perbukitan yang akses jalannya menghubungkan Kumanis dan Sumpur Kudus.

Nagari Sumpur Kudus merupakan sebuah kecamatan yang memiliki luas 3,130.80 km². Nagari ini berjarak sekitar 30 km dari pusat kecamatan, 60 km dari ibukota kabupaten, dan 180 km dari ibukota provinsi.

Nagari ini merupakan tempat kelahiran tokoh nasional, Buya Prof. K.H. Ahmad Syafii Maarif, S.S., M.A., Ph.D., yang akrab disapa Buya Syafi’I. Dahulu, nagari ini terisolir dan tidak memiliki listrik, jalan, ataupun sinyal telepon. Namun, berkat kegigihan Buya Syafi’I, nagari ini sekarang sudah terbuka dan berkembang.

Saat masih terisolir, cerita mistis berkembang di Sumpur Kudus. Banyak orang di sana memiliki ilmu mistis dan salah berkata dapat membahayakan.

Namun, ada sebuah cerita yang lebih menakutkan tentang Puncak Lontiak, sebuah daerah yang menjadi pintu masuk ke Nagari Sumpur Kudus. Puncak Lontiak adalah sebuah perbukitan yang jalannya menghubungkan daerah Kumanis dan Sumpur Kudus.

Bagi pendatang yang baru pertama kali ke Sumpur Kudus, diharuskan untuk berhenti di sana terlebih dahulu. Kemudian, mengambil sebatang ranting dan menancapkannya ke tanah. Jika ini tidak dilakukan, maka pendatang itu bisa celaka saat berada di wilayah ini.

“Mitosnya, jika ada orang yang lupa atau tidak tahu, maka dia akan tersesat atau mendapatkan musibah seperti jatuh dan lainnya,” ujar Anggota Pokdarwis Sumpur Kudus, Riski Abadi dalam keterangannya yang dikutip.

Tradisi menancapkan ranting ini dikatakan, sudah berlangsung sejak zaman dahulu dan menjadi kearifan lokal yang tetap dipertahankan hingga kini.

Dalam cerita masyarakat, sudah banyak kejadian yang membuktikan bahwa mitos ini adalah benar terjadi. Beberapa diantaranya adalah pernah datang rombongan mahasiswa ke Nagari Sumpur Kudus untuk melakukan penelitian. Mahasiswa-mahasiswa ini tidak melakukan tradisi tersebut. Dan seampai di bawah perbukitan, kendaraan mereka mogok dan tidak bisa dihidupkan meskipun sudah diperbaiki. Setelah berkonsultasi dengan warga lokal, akhirnya mahasiswa itu kembali ke Puncak Lontiak dan melakukan tradisi ini. Kemudian, kendaraan tersebut bisa menyala kembali.

Pengalaman lainnya terjadi ada yang pingsan karena lupa melakukan tradisi ini. Dan juga ada yang pernah mengalami kecelakaan pada kendaraan yang dikendarai saat melintas di nagari ini.

Kini, setiap pendatang atau wisatawan yang datang ke Sumpur Kudus selalu berhenti di Puncak Lontiak untuk mengambil ranting dan menancapkan di tanah.

Percaya atau tidak, inilah tradisi yang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Sumpur Kudus. Sebaiknya, tradisi ini dilakukan untuk menghormati tradisi masyarakat setempat saat datang berkunjung ke Nagari Sumpur Kudus.

Sumpur Kudus merupakan sebuah perkampungan indah yang diapit Bukit Barisan. Daerah ini masih alami dan jauh dari kebisingan. Selain itu juga memiliki alam yang indah dan juga tradisi yang kuat.

Makam Syekh Ibrahim Sumpur Kudus

Di Nagari Sumpur Kudus terdapat sebuah makam yang menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Makam ini tercatat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat dengan nomor inventaris 04/BCB-TB/A/17/2007.

Makam Syekh Ibrahim Sumpur Kudus berada di Jorong Pintu Rayo, Nagari Sumpur Kudus, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Makam Syech Ibrahim terletak di perbukitan dengan ketinggian sekitar tiga meter dan terdapat tanah lapang dengan luas sekitar. Bukit tersebut mempunyai pondasi batu-batu alam yang disusun mengitari bukit dengan undak berjumlah tiga buah.

[]

You May Also Like