ARASYNEWS.COM – Sagu menjadi salah satu bahan makanan bagi masyarakat Indonesia bagian timur. Salah satu makanan khas dari Sulawesi Tenggara, Sinonggi juga berbahan dasar sagu.
Makanan khas suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara ini terbuat dari pati sari sagu. Dan sudah turun temurun mengkonsumsi Sinonggi sebagai makanan pokok.
Suku Tolaki mengonsumsi Sinonggi karena banyak pohon sagu yang tumbuh dengan sendirinya di perkampungan Kuko Hulu di Sungai Konaweha, yang kini bernama Latoma Tua.
Dalam bahasa Tolaki, ia disebut “sowurere”, yang artinya “suatu kampung yang ditumbuhi ribuan pohon sagu”.
Lokasinya persis di dekat Tongauna, Kecamatan Ulu Iwoi, Kabupaten Kolaka. Versi lain menyebutkan bahwa pohon sagu yang tumbuh di rawa-rawa tersebut, sebetulnya berasal dari Maluku.
Tradisi menyantap sinonggi ini dikenal sebagai Mosonggi. Meski serupa, makanan-makanan ini memiliki cita rasa dan teknik pembuatan yang berbeda.
Melansir laman Halo Kendari (27/4/2021) Sinonggi dibuat dari tepung sagu yang matang tak dicampurkan dengan sayur, kuah ikan, sambal seperti makanan daerah lainnya.
Budayawan lokal mengatakan bahwa nama Sinoggi berasal dari kata posonggi bahasa Tolaki yang berarti alat mirip sumpit. Alat ini diketahui sebagai alat makan Sinonggi. Sinonggi disajikan dengan cara digulung lalu diletakan ke atas piring yang disiram kuah atau bisa langsung dikunyah.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan Sinonggi membutuhkan waktu yang lumayan lama. Pati sagu harus direndam air dingin selama satu malam. Biarkan hingga mengendap. Kemudian air dibuang. Setelah itu, sagu dibilas lagi dengan air dingin. Lalu dicampur air panas perlahan-lahan hingga mengental dan teksturnya seperti lem.
Sebelum sagu diolah menjadi makanan siap saji, masyarakat di Sulawesi Tenggara mencampurkannya dengan sayur, kuah ikan, serta sambal sudah disiapkan.
Jadi bisa langsung dimakan pada saat sinonggi masih panas. Sayur dan sambal juga akan lebih nikmat jika ditambah dengan daun kemangi dan jeruk purut. Di Kendari, jeruk purut dikenal dengan nama jeruk Tolaki.
Sinonggi termasuk makanan yang menyegarkan dan sehat. Pasalnya, sayuran dan lauknya dimasak dengan bumbu yang tidak terlalu banyak alias dimasak bening. Sehingga menjadikan Sinonggi sebagai makanan segar yang mengandung gizi.
Sagu sebagai bahan baku utama memiliki kandungan karbohidrat sekitar 85,6 persen, serat 5’n untuk 100 gr sagu kering setara dengan 355 kalori.
Selain mengandung karbohidrat, sagu juga mengandung polimer alami yaitu zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia seperti memperlambat peningkatan kadar glukosa dalam darah. Olehnya itu, Sinonggi aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.
Selain itu, serat pada sagu juga mengandung zat yang berfungsi sebagai probiotik, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mengurangi resiko terkena kanker usus dan paru-paru.
Serat sagu ini juga bermanfaat untuk mengurangi kegemukan. Sehingga, Sinonggi bagus bagi orang yang sedang melakukan diet.
Gizi Sinonggi memang sebagian besar berupa karbohidrat yang mengenyangkan. Akan tetapi, kombinasi lauknya menjadikan Sinonggi kaya akan gizi. []