ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Hingga saat ini pedagang di pasar dalam melakukan jual beli dipersulit pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru. Tidak sedikit pedagang yang mencari tempat yang tidak pada tempatnya di kota Pekanbaru, salah satunya yang baru-baru ini direlokasi atau dibongkar Satpol PP kota Pekanbaru adalah lapak pedagang Pasar Pusat di Jalan Agus Salim atau di samping Pekanbaru Trade Center.
Dan yang terbaru, yang juga direlokasi adalah SD negeri 1 Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani. Bahkan sekolah ini akan ditutup karena berdekatan dengan pasar Kodim.
Dalam keterangannya, Walikota Pekanbaru Firdaus membenarkan akan melakukan penutupan sekolah tersebut.
“Sekolah itu bakal dijadikan sebagai aktivitas ekonomi atau pasar. Sebab jumlah murid sekelas lembaga pendidikan. Sekolah itu juga sudah tidak proporsional lagi,” kata Walikota Firdaus, dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (29/12).
Dikatakannya, kebijakan penutupan sekolah itu dianggap tepat agar aktivitas pendidikan itu berjalan efektif.
“Oleh sebab itu kita tutup SD negeri 01. Kemudian anak-anak dipindahkan tidak jauh dari sana. Hanya beberapa ratus meter saja. Jadi jarak sekolah yang kita gabung tempat mereka belajar juga hanya 200 atau 300 meter saja dari sana,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika SD negeri 1 akan tetap dipertahankan, dan sekolah tempat murid itu dipindahkan juga tidak digabungkan, dikhawatirkan kedua sekolah itu tidak berjalan dengan baik.
“Kalau kita buka keduanya, yang ini sedikit yang itu sedikit, terus kita buka keduanya itu tidak efektif. Maka salah satunya harus kita gabung,” ungkapnya.
“Setelah SD negeri 1 Pekanbaru itu ditutup, gedung bekas sekolah itu akan dijadikan fasilitas ekonomi. Untuk bagaimana kita mengelola pasar, ini untuk ekonomi, untuk pedagang pasar. Kita harapkan tentu pemahaman dari orang tua murid. Jangan khawatir. Kami harapan orang tua paham dan mendukung kebijakan yang telah kita ambil,” tukasnya. []