ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution menyebutkan proyek pembangunan jalan tol lingkar yang ada di wilayah kota Pekanbaru berjalan lancar.
Jalan tol lingkar ini nantinya akan menghubungkan ruas jalan tol Pekanbaru – Dumai dengan ruas jalan tol Pekanbaru – Bangkinang.
Adapun ruas jalan tol lingkar ini yang berjalan lancar dalam hal pembebasan lahan berada di kecamatan Rumbai Barat.
Dikatakan Indra, pembebasan lahan tak ada kendala karena tak ada protes dari warga yang terdampak hingga kini.
“Koordinasi berjalan lancar. Sejauh ini, penolakan warga terhadap proyek jalan tol itu belum ada laporan. Proyek jalan tol bisa dikerjakan atau dilakukan pembersihan lahan apabila masalah lahan sudah selesai,” ungkap Indra Pomi, dikutip dalam keterangannya, Ahad (22/9).
Indra Pomi mengatakan, koordinasi dengan Kementerian PUPR berjalan dengan baik. Proses pendataan serta ganti rugi diharapkan dapat diselesaikan tanpa kendala.
“Kami membantu pendataan tanah warga yang terkena dampak proyek tol. Selanjutnya, pihak pusat yang akan melakukan ganti rugi berdasarkan nilai appraisal yang disepakati bersama antara pemilik tanah dan Kementerian PUPR,” kata Indra.
Lebih lanjut, dikatakannya, dalam pembangunan ruas jalan tol lingkar ini, ada sekolah dasar dan tempat pembibitan tanaman milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Dua tempat itu berada di Jalan Sri Indra, kelurahan Rumbai Bukit, kecamatan Rumbai.
“Pada proyek ini ada dua fasilitas yang terdampak, yakni SD Negeri di jalan Sri Indra, ada masjid yang pagarnya yang kena, dan ada tempat pembibitan tanaman,” ungkap Pomi.
Untuk dua fasilitas itu, diganti Kemen PUPR dengan cara tukar guling, bukan dengan uang ganti rugi.
“Kemen PUPR akan mengganti tanahnya. Intinya, ada kesetaraan nilai tukar guling,” sebut Indra Pomi.
Selain itu, ada juga beberapa jalan lingkungan dan lampu jalan yang terdampak. Dan untuk ini akan dicarikan penggantinya.
Untuk diketahui, panjang ruas jalan tol lingkar ini akan dibangun sekitar 13,5 kilometer.
Dalam pembangunan ruas jalan tol ini ada sebanyak 921 bidang tanah yang terdampak.
Ada lima kelurahan di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Barat yang nantinya dilintasi jalan bypass tersebut di antaranya, Kelurahan Sri Meranti, Agrowisata, Rumbai Bukit, Palas, dan Muara Fajar Timur.
Sesuai target, pembangunan jalan bypass tol ini dimulai pada Juni 2023 ini.
Sebelumnya, sejumlah warga pemilik lahan melakukan protes terhadap pembangunan jalan tol lingkar di wilayah Pekanbaru – Bangkinang. []