ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Kasus yang terjadi yang menyeret nama sekolah, pihak SMA Negeri 9 Pekanbaru memberikan keterangan yang disampaikan Kepala SMAN 9 Pekanbaru, Darmina.
Kepsek menegaskan insiden yang viral diperbincangkan itu bukan terjadi di lingkungan sekolah dan terjadi antara dua siswa.
Dikatakan juga, bahwa pihak sekolah telah memanggil siswa yang terlibat untuk dimediasi bersama guru BK, wali kelas, dan orang tua.
“Yang terjadi itu duel satu lawan satu, itu bukan pengeroyokan. Anak-anak yang lain hanya menonton saja. Dan kejadian itu diluar lingkungan sekolah,” dikatakan Darmina, Kamis (18/9/2025).
Dari hasil keterangan, awal mula hanya gurauan saat ambil air wudhu sebelum sholat Zuhur di sekolah. Kemudian berlanjut duel diluar sekolah sekitar pukul 5 sore di Jalan Diponegoro.
Ia juga mengatakan, pihak perwakilan sekolah sudah datang menjenguk korban di rumah sakit.
Sementara itu, terkait adanya laporan ke kepolisian, Darmina mengatakan bahwa itu hak orang tua.
“Itu hak orang tua korban, tapi kami tegaskan, tidak ada bullying di SMA Negeri 9 Pekanbaru. Perkelahian itu duel satu lawan satu karena salah paham,” tegas Darmina.
Saat ini, korban (FL) masih menjalani perawatan di RS Santa Maria kota Pekanbaru. Ia mengalami memar di mata kiri dan patah tulang hidung.
[]