Misteri Batu Gajah yang Konon Tak Bisa Dipindahkan, Muntahan Dari Gunung

ARASYNEWS.COM – Sebuah batu berukuran besar yang tak bisa dipindahkan atau digeser sehingga menjadi monumen. Batu ini berukuran sekitar 3 meter dengan tinggi 2,5 meter yang berada ditengah-tengah jalan. Batu ini berada di daerah Bronggang, Sleman, Yogyakarta.

Batu ini disebut Batu Gajah atau Watu Gajah. Diberi nama Batu Gajah karena ukuran besar dan warnanya menyerupai warna kulit gajah.

Menemukan batu gajah ini tidak sulit. Berada ditengah jalan ke arah sungai Gendol. Saat melintasi sistem pengendalian banjir lahar dingin dan tanah longsor atau Sabo dapat terlihat keberadaan batu gajah ini.

Batu Gajah ini adalah salah satu bukti kedahsyatan meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010 silam dan menjadi momen bagi masyarakat.

Selain lahar panas yang meluluh-lantakkan desa-desa di kaki gunung dan daerah sekitarnya, ada lahar dingin juga yang membuat jembatan dan jalan hancur.

Berjuta kubik bebatuan ikut terbawa dan terseret dari perut Gunung Merapi. Kejadian itu membuat kerusakan pemukiman penduduk, dan menyebabkan banyak korban jiwa dan ternak.

Sulit untuk dipindahkan

Jika dilihat, batu ini seakan mengganggu lalu lintas ke arah jembatan Sungai Gendol, karena ukurannya yang raksasa, dan letaknya yang tepat di tengah-tengah jalanan.

Konon, keberadaan batu ini tidak dapat dipindahkan dari tempat pertama kali ditemukan usai musibah itu.

Sudah banyak orang yang ditugaskan memindahkan batu tersebut bahkan dengan menggunakan alat berat sekalipun. Tidak diketahui berapa berat yang dimiliki batu tersebut.

Bahkan cara lain juga pernah dilakukan, yakni dengan ritual yang dilakukan warga serta dengan bantuan para sesepuh yang memiliki kelebihan ilmu. Tetapi tetap saja tidak membuahkan hasil.

Karena itulah banyak masyarakat sekitar meyakini bahwa batu ini memiliki sosok “penunggu” yang sangat kuat dan tidak menerima jika dipindahkan ke tempat yang bukan dikehendakinya. Penunggu tersebut diyakini warga punya kekuatan kuat karena berasal dari Gunung Merapi.

“Dari dulu, batunya sudah berkali-kali dicoba dipindahkan pakai alat berat, kan letaknya ganggu jalan ya. Eh alat beratnya malah rusak. Lalu, kalau manggil orang pintar, selalu saja ada hal-hal tidak diinginkan kejadian setelahnya. Pokoknya ada aja halangannya, nggak tahu juga kenapa bisa begitu,” kata Wisnu, salah satu warga setempat, yang dikutip dari media setempat.

Dijadikan Pengingat

Kini, Batu Gajah dijadikan sebuah “tetenger” yang artinya adalah sebuah penanda atau pengingat. Di sekeliling batu dibuat seperti pondasi dengan beberapa tulisan pengetahuan di tiap sisinya.

Batu ini menjadi penanda erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang mengakibatkan aliran piroklastik terbesar yang mengalir ke Sungai Gendol.

Warga dan pengguna jalan pun sudah terbiasa dengan kehadiran Batu Gajah ini. Mereka sudah tidak merasa terganggu, karena jalannya pun sudah dibuat cukup luas sisi kanan dan kiri batu tersebut.

Disekitar monumen batu juga telah direnovasi dan menjadi tempat nongkrong untuk beristirahat ditepian jembatan Sungai Gendol. Tidak sedikit juga orang-orang yang mengabadikannya dengan berswafoto di lokasi tersebut.

Terlepas dari mistis ataupun bukan, keberadaan Batu Gajah akan selalu menjadi daya tarik tersendiri karena keberadaannya menjadi pengingat untuk bahwa Gunung Merapi mampu meninggalkan jejak yang begitu dahsyat dan pengaruhnya sangat besar terhadap apa yang ada di sekitarnya.

Misteri yang ada pada Batu Gajah ini bisa menjadi magnet para wisatawan yang penasaran untuk melihatnya.

[]

Foto istimewa /google

You May Also Like