ARASYNEWS.COM – Masjid Jami’ Parabek masuk dalam catatan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini berdiri megah di Jorong Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Atau berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Bukittinggi.
Masjid ini dibangun atas prakarsa dari Syekh Ibrahim Musa atau dikenal dengan Inyiak Parabek sekembalinya dari Mekkah pada tahun 1908.
Masjid yang berukuran 50 x 50 m ini sampai sekarang berdiri kokoh dengan arsitektur khusus.
Dalam pembangunan masjid ini, Presiden RI Soekarno pernah memuji coran beton sejumlah tiang di masjid ini yang dibangun tanpa besi.

Pada tiang-tiang yang ada di dalam bangunan masjid ini terdapat ukiran dari beton, yang bertulisan ayat-ayat Al-Quran di sekelilingnya.
Pada tahun 1926 masjid ini mengalami perbaikan untuk pertama kalinya. Namun, ketika masih dalam pengerjaan, terjadi gempa bumi sehingga mengakibatkan perbaikan terhenti sementara waktu.
Kemudian, atas swadaya masyarakat setempat, pada tahun 1933 pengerjaan perbaikan kembali dilanjutkan dan dapat diselesaikan pada tahun 1935.
Meskipun pernah diguncang gempa dahsyat, tapi tiang-tiang yang ada di dalam masjid tercatat tidak pernah retak.
Kemudian, pada tahun 2002, dilakukan perbaikan kecil dan pengecatan di sekitar masjid ini. Dan kini masjid ini telah mendapat perluasan tambahan bangunan di bagian sampingnya. Hanya saja untuk bangunan awal tidak diganggu. Tambahan bangunan ini dibuat untuk menampung jamaah masjid yang terus bertambah.
Masjid Jami’ Parabek mempunyai kedudukan yang unik, selain sebagai Masjid Nagari Parabek. Masjid ini juga merupakan Masjid Pendidikan Sumatera Thawalib yang tak pernah sepi dari kegiatan santri, baik itu sholat fardhu, kegiatan belajar bahasa Arab selepas sholat Maghrib maupun selepas sholat subuh. Sungguh Indah kita melihat bagaimana ribuan santri memadati memakmurkan masjid.
Dengan bertambah maju dan berkembangnya Sumatera Thawalib Parabek baik dari segi kualitas maupun kuantitas, jumlah santri Thawalib Parabek juga berkembang pesat, saat ini sudah ribuan santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, dan Insya Allah masih akan bertambah lagi diwaktu yang akan datang.
Masjid dengan kapasitas 800 jamaah ini seakan terasa menjadi terasa sempit, tidak lagi mampu menampung jamaah. Sebagian santri terpaksa sholat di halaman masjid, baik disamping maupun didepan.

Masih di area masjid, yakni pada bagian depan, terdapat makam Syekh Ibrahim Musa, yang merupakan pendiri masjid ini dan dekat masjid berdiri pondok pesantren Sumatera Thawalib di Parabek. []