ARASYNEWS.COM, MAKKAH – Musim haji tahun 2022 ini, banyak jema’ah haji asal Indonesia yang jatuh sakit. Salah satunya adalah dalam prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana mengatakan salah satu penyebabnya adalah karena kelelahan. Apalagi karena cuaca panas yang melanda wilayah Arab Saudi.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar jema’ah terus menjaga kesehatan dan mengkonsumsi air putih. Selain itu juga diimbau agar beristirahat yang cukup.
Ia mengatakan juga, faktor inilah yang membuat angka kematian meningkat beberapa waktu terakhir.
“Ini masih lanjutan jemaah yang mengalami kelelahan pasca-Armuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jema’ah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jema’ah. Insyaallah kesehatan jama’ah akan membaik dalam beberapa hari ke depan,” jelas Budi di Jeddah pada Jum’at kemarin.
Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan, jumlah jema’ah haji Indonesia yang meninggal pada 11 Juli 2022, mencapai lima orang. Angka ini turun pada 12 Juli 2022, menjadi dua orang, lalu naik lagi sehari berikutnya hingga tujuh orang dalam satu hari. Pada 14 Juli 2022, ada dua jema’ah haji Indonesia yang wafat.
“Total sampai dengan kini ada 52 jema’ah haji yang wafat. Kami imbau jema’ah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jema’ah akan semakin sehat, amin,” kata dia.
Berdasarkan Siskohat, mayoritas jema’ah yang meninggal pada tahun ini disebabkan Cardiovascular Diseases. Dari 52 jema’ah yang meninggal, ada 31 jema’ah yang wafat karena penyakit jantung akibat kelelahan. Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases (6 orang), dan Neoplasms (4 orang).
[]