ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Hujan disertai angin kencang melanda kota Pekanbaru beberapa hari terakhir. Dan pada hari Sabtu (25/3/2023) kemarin banyak kerusakan yang diakibatkannya.
Diantara, canopy ruko-ruko terlepas dan rusak. Selain itu tenda-tenda milik pedagang juga terkena imbasnya.
Salah satu yang juga rusak adalah patung elektrik yang berada di halaman masjid An-Nur Pekanbaru.
Adapun kerusakan payung yang tengah dikerjakan oleh PT Bersinar Jesstive Mandiri itu adalah pada bagian besi payung dan beberapa payungmya.
Tiang payung raksasa tersebut terlihat bengkok diterjang angin kencang dan bahkan terjadi hujan es yang melanda Kota Pekanbaru kemarin, Sabtu (25/3/2023) sore kemarin.
Pembangunan payung elektrik ini adalah dengan biaya Rp 42 miliar yang materialnya didatangkan dari luar provinsi.
Terkait kerusakan yang terjadi sebelum bisa dimanfaatkan masyarakat, hal ini sangat membahayakan bagi para jama’ah yang nantinya akan memanfaatkan payung elektrik tersebut. Dan itu dipertanyakan Sekretaris Komisi IV DPRD Riau, Sugeng Pranoto.
Menurut Sugeng, payung elektrik raksasa di Masjid An-Nur ini mestinya memiliki ketahanan yang sangat kuat karena dibeli dengan harga mahal dan kualitas bagus.
“Katanya, terpalnya berkualitas, yang bisa tahan puluhan tahun, tapi kok ini bisa rusak sebelum dipakai,” dipertanyakannya.
“Jika dengan kondisi cuaca seperti ini dapat merusak pembangunan, maka wajar jika ada yang meragukan kualitas kontraktornya,” kata dia.
Tentang ini, dikatakannya bisa muncul tudingan bahwa ada ‘permainan’ antara Dinas PUPR dan juga kontraktor.
“Kita kan tak tahu juga bagaimana proses tendernya,” kata dia, “Di daerah lain, tidak ada kerusakan yang seperti ini”.
Lebih lanjut, untuk nanti akan dilakukan pemeriksaan hasil kerja dan proses lainnya, dikatakannya, tergantung keputusan Komisi IV DPRD Riau.
“Kalau komisi setuju, ya kita oke-oke aja turun ke lapangan. Akan dilakukan pemeriksaan pada Dinas PUPR beserta kontraktornya,” tukasnya. []