ARASYNEWS.COM – Batu Belah adalah sebuah desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penamaan desa Batu Belah ini karena di kawasan ini terdapat sebuah batu yang berukuran cukup besar yang terbelah dengan sangat rapi tanpa ada sedikitpun retakan di pinggirannya seperti memotong tahu menggunakan pisau.
Desa Batu Belah, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan memiliki pegangan agama yang sangat kuat.
Awal mula terbentuknya Batu Belah ini yaitu dahulu kala ada seorang hulubalang yang gagah berani bertubuh besar dan kekar mendapat perintah dari kerajaan Majapahit untuk memperluas kekuasan. Ia sampai ke daerah Kampar kiri hulu.
Hulubalang itu bernama Gagak Jao yang diartikan orang berkulit hitam dari tanah Jawa, sebagian sumber ada yang menyebut Gagak Jao itu adalah orang bagak dari tanah Jawa.
Gagak Jao adalah orang yang sangat ditakuti karena keberaniannya dan memiliki sebilah pedang sakti dan sangat tajam, pedang sakti milik Gagak Jao itu adalah peninggalan kerajaan Singasari,
Gagak Jao kemudian menelusuri Sungai Kampar Kiri menuju ke hulu. Di perjalanan Gagak Jao mendapatkan kabar bahwa di Batu Sanggan ada seorang gadis cantik yang bernama “Putri Lindung Bulan”,
Mendengarkan kabar itu Gagak Jao pun langsung menuju Batu Sanggan untuk misi ekspedisi dan mencari gadis cantik tersebut untuk dipersunting menjadi istrinya.
Setibanya Gagak Jao di Batu Sanggan dia sangat kesal dan kecewa sekali karena tak seorang pun rakyat Batu Sanggan yang dijumpainya, Ternyata rakyat Batu Sanggan telah mendengar kabar kedatangan Gagak Jao tersebut dan lari kehutan sambil menyelamatkan Putri Lindung Bulan.
Gagak Jao pun Marah dan langsung mengeluarkan pedang saktinya untuk melampiaskan kemarahannya dengan memotong batu besar hingga putus dengan sempurna. Dan terbentuklah batu yang terbelah dengan rapi. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1295.
Batu Belah ini kini menjadi peninggalan sejarah dan cerita masyarakat. Tak banyak orang yang tau mengenai sejarah Batu Belah ini.
[]