ARASYNEWS.COM, PEKANBARU -. Kabut tebal menyelimuti kota Pekanbaru pada Ahad (10/9/2023) pagi. Dan alhasil, beberapa aktifitas masyarakat terganggu, seperti pesawat yang akan landing.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Mohammad Ibnu mengatakan penampakan ini bukanlah kabut asap, melainkan kabut embun pagi hari.
Ibnu mengatakan kabut dan jarak pandang terbatas terjadi di dua daerah di provinsi Riau. Untuk jarak pandang di kota Pekanbaru sekitar 200 meter dan di kabupaten Indragiri Hulu 300 meter.
Ia juga mengatakan, dari hasil pengamatan, hujan ringan terjadi di sejumlah daerah, yakni di Dumai. Kampar, dan Inhu. Dan selain itu di Bengkalis, Kuansing, Indragiri Hilir dan sebagian Kepulauan Meranti terjadi hujan yang tidak merata.
Dijelaskannya, untuk di kota Pekanbaru, timbulnya kabut embun itu dipicu dari intensitas hujan tinggi yang sering terjadi beberapa hari belakangan ini.
Bahkan, di Kota Pekanbaru terjadi banjir akibat drainase yang tidak bagus pada Rabu (6/9). Sejumlah pasukan Brimob dan Satlantas Polresta Pekanbaru dikerahkan untuk mengamankan warga. Tak sedikit kendaraan seperti mobil dan sepeda motor warga mengalami mogok karena terendam air.
Pesawat gagal take-off
Dikutip dari MCR, pesawat yang akan landing pada Ahad (10/9/2023) pagi sempat gagal landing dan take-off. Salah satunya terjadi pada pesawat Batik Air ID 7066 dari Bandara SSK II Pekanbaru tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Pesawat sempat tertunda sekitar satu jam.
Pilot menyampaikan ke penumpang bahwa jarak pandang terbatas hanya ratusan meter. Penumpang yang awalnya menunggu 1 jam di pesawat terpaksa kembali lagi ke ruang tunggu karena gerah.
Dalam jadwal, Batik Air itu seharusnya berangkat pukul 06.10 Wib. Namun, ketebalan kabut membuat pilot menunda penerbangan demi keselamatan.
[]