Bendera Merah Dikibarkan, Rakyat Iran Akan Tuntut Balas, Lakukan Syahidyah

ARASYNEWS.COM – Warga Iran deklarasikan syahidnya Khamenei dan menyatakan siap perang total pascaserangan AS-Israel sehingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berserta keluarga dan juga tujuh petinggi Iran lainnya.

Suasana duka menyelimuti ibukota Iran, Teheran. Sejak Ahad (1/3/2026) pagi, warga tumpah ruah ke jalan dengan linangan air mata. Bahkan ada yang jatuh pingsan meratapi kepergian sosok yang mereka anggap simbol perlawanan Iran.

Di kompleks makam suci Imam Reza, pelayat terlihat histeris. Bendera Iran dan foto Khamenei dibawa massa di alun-alun Teheran tersebut.

Massa mengutuk keras Amerika Serikat dan Israel, yang dituding bertanggung jawab atas tewasnya Khamenei dan tujuh pejabat senior lainnya.

Di Kota Qom, bendera merah bertuliskan “Ya Lazarat al-Hussein” berkibar di atas kubah Masjid Jamkaran. Pengibaran itu disebut sebagai simbol perlawanan dan balas dendam dalam tradisi Syiah Iran dan akan lakukan Syahidyah.

Merah melambangkan keberanian dan kekuatan, sekaligus menjadi bagian dari identitas nasional Iran.

Dalam budaya kuno tradisi Iran, bendera merah dikibarkan sebagai keberanian dan tekad menuntut keadilan tanda tuntutan balas dan bendera itu tidak diturunkan hingga janji itu ditepati. Kerap dimaknai sebagai simbol sumpah yang belum berakhir.

Sebagaimana diketahui, media negara Iran mengonfirmasi wafatnya Ayatollah Ali Khamenei usai serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah menetapkan masa berkabung 40 hari, sementara ribuan warga menghadiri prosesi penghormatan dengan pengamanan ketat.

[]

You May Also Like