Menutup Aib Suami Seperti Kisah Asiyah (istri Fir’aun) yang Diberi Ganjaran Surga

ARASYNEWS.COM – Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱمْرَأَتَ نُوحٍ وَٱمْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَٰلِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا وَقِيلَ ٱدْخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ

Artinya: Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”. (QS At Tahrim ayat 10)

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (QS At Tahrim ayat 11)

Surat At-Tahrim merupakan surat ke 66 yang ada di dalam Al-Qur’an. Surat At-Tahrim berisi 12 ayat dan termasuk dalam golongan surat Madaniyah karena diturunkan di kota Madinah. Dinamakan surat At-Tahrim karena diambil dari kata tuharrim yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Tuharrim sendiri memiliki arti mengharamkan.

Mungkin ini bisa dikaitkan dengan maksud ceramah yang disampaikan Oki Setiana Dewi yang kontroversi karena dinilai mendukung KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam tausiyah Ustadz Adi Hidayat, menerangkan Asiya binti Muzahim, ia merupakan istri Firaun. Asiyah yang selalu bersabar ini mendapatkan ganjaran surga.

“Ibu baru 10 tahun bayangkan Asiyah yang mengalami KDRT sejak jaman beriman kepada Allah. Apa yang dilakukan Asiyah?. Yakni dengan cara dia bersabar dan memohon kepada Allah SWT berikan petunjuk, Ya Allah tunjukan akhlak mulia. Dia terus saja berdoa dan mempraktekan terus sikap-sikap yang mulia,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Dalam kisahnya, hingga akhirnya Fir’aun tidak menerima kemuliaannya dan Allah pisahkan mereka di akhirat dengan cara istrinya dieksekusi suaminya.

Namun saat itu dikatakan Ustadz Adi, Asiyah berdoa dan bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an sebagaimana dalam surat At-Tahrim ayat 11.

Asiyah binti Muzahim meninggal dunia sesaat setelah mulutnya mengatup di akhir doa. Dia tak lagi merasakan sakit saat batu besar yang dilemparkan algojo Fir’aun mengenai tubuhnya.

Rasulullah menyebut, Asiyah binti Muzahim adalah salah satu wanita penghuni surga yang paling utama. Seperti diriwayatkan Ibnu Abbas dalam Hadist Ahmad, Rasulullah bersabda yang artinya: “Wanita penduduk surga yang paling utama adalah khadijah bint Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah bint Muzahim ; istri Firaun, dan Maryam bint Imran, semoga Allah meridhai mereka semuanya.”

Dalam hadits Bukhari dan Muslim diriwayatkan Abu Musa, Rasulullah bersabda: “Banyak dari kaum laki-laki yang sempurna, dan dari kaum perempuan tidak ada yang sempurna kecuali Asiyah istri Fir’aun, Maryam bint Imran, dan sungguh keutamaan Aisyah atas kaum perempuan adalah seperti keutamaan bubur sarid atas semua makanan.”

Akhirnya para ulama berpendapat sepanjang istri bisa bersabar menghadapi suami dan tidak menghalangi istri dalam beribadah kemudian ada peluang untuk berdakwah kepada suami. Maka dakwahilah dan ada peluang rumah di surga seperti Asiyah mendapatinya.

Tapi ulama pun berpendapat kalau gangguan itu menjauhkan istri dari sholat, sulit mendekatkan diri pada Allah, serta jauh dari Al-Qur’an bahkan lebih banyak maksiatnya. Maka si istri bisa memohon mendapatkan takdir lebih baik yang sesuai ketetapan dalam Al-Qur’an.

Dan jika masih ada perselisihan diantara suami dan istri, maka surat An-Nisa ayat 35 menjelaskan:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

Artinya: Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. An Nisa: 35)

Kandungan surat ini, dikatakan ustadz Adi Hidayat, bahwa jika suami dan istri ingin berubah, maka Allah akan kirimkan hidayah pada suami. Namun jika tidak, maka Allah akan pisahkan dengan cara yang terbaik.

Sebelumnya dalam ceramah OKI Setiana Dewi, dikisahkan sepasang suami istri yang sedang bertengkar. Sayangnya sang suami main tangan dan membuat istrinya menangis. Di saat yang sama, orang tua dari sang istri datang dan menanyakan kenapa anaknya kenapa menangis.

Alih-alih mengadukan perlakuan suaminya, sang istri justru menutupi hal tersebut. Berkat itu, sang suami merasa tersentuh karena istrinya menutupi aib yang ia lakukan. []

You May Also Like