ARASYNEWS.COM — Sebagai umat Islam yang beriman dan bertakwa sudah seharusnya menjaga diri dari berbagai sifat-sikap dan perbuatan yang dilarang Allah SWT.
Pelanggaran terhadap larangan Allah seringkali terjadi akibat lemahnya iman, godaan hawa nafsu, dan tipu daya muslihat dunia yang membuat seseorang lupa akan akibat perbuatannya.
Sementara itu, manusia memiliki kecenderungan untuk khilaf dan tapi menyadari atas apa yang dilakukannya.
Allah selalu membuka pintu taubat bagi mereka yang telah berbuat yang dilarang Allah, tapi bertaubat itu bukan setengah-setengah melainkan dengan sesungguhnya.
Seseorang yang mengetahui bahwa suatu perbuatan hukumnya dilarang dalam agama tetapi tetap melakukan perbuatan tersebut maka orang tersebut digolongkan kedalam katagori orang yang fasik. Seseorang yang fasik sangat dekat derajatnya dengan orang yang kafir atau orang yang kufur. Golongan orang-orang ini banyak ditemukan di dunia saat sekarang ini.
Sifat yang Tidak Disukai Allah
Dalam ajaran Islam, terdapat tiga sifat dan perbuatan utama yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan dilarang. Ini karena membawa dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan. Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ketiga sifat tersebut, yakni:
-Sombong (Kibr). Merasa lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain, menolak kebenaran, dan meremehkan nasihat. Allah sangat membenci kesombongan karena sifat ini adalah hak eksklusif milik-Nya.
-Kikir (Bakhil). Sifat pelit atau enggan mengeluarkan harta di jalan Allah atau untuk membantu sesama, padahal Allah telah memberikan rezeki yang melimpah.
-Fasik. Perbuatan yang melanggar perintah Allah dan terus-menerus melakukan kemaksiatan dan kedzaliman tanpa ada rasa penyesalan, serta juga lebih membutuhkan benda
-Riya. Sifat atau perbuatan pamer yang dilakukan seseorang dengan tujuan agar dilihat, dipuji, dan disanjung oleh manusia, bukan semata-mata karena Allah.
-Syirik. Perbuatan yang lebih membutuhkan benda atau hal-hal yang gaib.
Faktor utama mengapa larangan yang tegas tetap dilanggar, diakibatkan:
-Lemahnya iman dan kontrol diri. Ketika iman sedang turun, manusia lebih mudah dikalahkan oleh rayuan setan dan syahwat. Dan ini paling banyak dilakukan orang saat sekarang ini. Beberapa contoh diantaranya adalah berbuat zina, mabuk, korupsi, sombong, membuka aurat, fitnah, dusta.
-Kurangnya pemahaman agama. Kurangnya penghayatan terhadap hikmah di balik larangan dan ancaman (azab) yang ditetapkan Allah.
-Menunda taubat. Munculnya pemikiran bahwa masih ada waktu di masa depan untuk bertaubat, sehingga larangan tetap diperbuat.
Untuk terhindar dari siklus pelanggaran ini, penting untuk melakukan muhasabah, perbanyak istighfar, dan mendekatkan diri kepada lingkungan yang positif, lingkungan yang religius, syariah.
Umat Islam harus selalu berpedoman pada Al-Qur’an dan hadist, harus selalu menjalankan perintah Allah, harus menghindari diri dari seluruh perbuatan yang telah Allah larang.

Qur’an Surah tentang larangan Allah
Al-Qur’an berisi banyak surah yang menjelaskan larangan Allah SWT, mulai dari larangan moral, sosial, hingga ibadah. Beberapa rujukan utamanya meliputi:
-Larangan durhaka dan berkata kasar kepada orang tua terdapat pada Surah Al-Isra’ ayat 23, yang melarang umat Islam untuk mengucapkan kata “ah” atau membentak orang tua, serta memerintahkan untuk selalu bertutur kata baik.
-Larangan memakan harta haram dan riba terdapat pada Surah Al-Baqarah ayat 188, yang melarang mengambil harta orang lain secara batil. Larangan ini juga ditegaskan terkait memakan harta riba (misalnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 275).
-Larangan berbuat kerusakan di muka bumi terdapat pada Surah Al-A’raf ayat 56 dan Surah Al-Baqarah ayat 60, yang melarang manusia merusak bumi dengan kemaksiatan setelah Allah memperbaikinya.
-Larangan melakukan maksiat dan zina terdapat dalam surah Al-Baqarah Ayat 188 agar tidak mendekatinya.
-Larangan melakukan dosa besar seperti syirik, membunuh terdapat dalam QS Al-Furqan ayat 68-70.
-Larangan bergosip (Ghibah) terdapat pada Surah Al-Hujurat ayat 12 yang berisi larangan berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, serta menggunjing aib saudara sendiri.
-Larangan boros dan kikir terdapat pada Surah Al-Isra’ ayat 27, yang mengecam perbuatan membelanjakan harta secara boros karena hal tersebut merupakan saudara setan.
-Larangan berbuat dzalim dan korupsi terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 188) yang maksudnya umat Islam dilarang memperoleh harta dengan cara yang tidak benar.
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah ayat 188)
-Larangan bersikap sombong terdapat dalam beberapa surah yakni:
- QS Luqman ayat 18 (sikap dan akhlak) yang isinya menjelaskan tentang larangan memalingkan wajah dan berjalan dengan angkuh.
Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)
- QS An-Nahl ayat 23 (Balasan bagi Orang Sombong). Bahwa Allah SWT secara jelas menegaskan bahwa Dia mengetahui segala yang disembunyikan maupun yang ditampakkan manusia, dan Dia tidak menyukai orang-orang yang takabur.
Artinya: “Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)
- QS Al-Isra ayat 37 (Batasan Manusia). Bahwa Allah SWT mengingatkan manusia akan kelemahan hakikinya sehingga tidak pantas untuk bersikap sombong di muka bumi.
Artinya: “Dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh, karena sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus bumi dan kamu tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (QS. Al-Isra: 37)
- QS Al-A’raf ayat 146 (Kesombongan Menolak Kebenaran) yang isinya menyebutkan bahwa kesombongan dapat merusak hati hingga membuat seseorang enggan menerima kebenaran dan ayat-ayat Allah.
Artinya: “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di bumi dari tanda-tanda kebesaran-Ku. Jika mereka melihat setiap tanda kebesaran-Ku, mereka tidak beriman kepadanya…” (QS. Al-A’raf: 146)
Semoga kita terhindar dari hal-hal yang tersebut yang tidak disukai Allah SWT. Amiin.
Allahuma bish shawab
[]