ARASYNEWS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak sehat dan nekat bepergian keluar rumah. Hal itu diketahui dari data PeduliLindungi yang dimiliki pemerintah.
Dalam data yang disampaikannya, per tanggal 22 Oktober sampai 12 November 2021, sebanyak 52.939.944 orang yang telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan diperbolehkan beraktifitas.
Selain itu, sebanyak 17.590 orang positif Covid-19 masih beraktivitas di ruang publik seperti di mal.
Lebih lanjut, dikatakannya, hingga saat ini ada enam aktivitas yang wajib menggunakan aplikasi ini, yakni aktifitas keagamaan, aktifitas perdagangan modern (mal dan pasar), aktifitas transportasi (udara, laut, dan darat), aktifitas pariwisata mencakup restoran dan tempat makan, aktifitas bekerja seperti kantor dan pabrik, dan aktifitas pendidikan mulai dari SD, SMP, dan SMA.
Ia juga mengatakan saat ini ada perkembangan varian baru virus Covid-19, terutama di daerah perkotaan. Salah satu yang disebutkannya adalah terjadi di Jakarta dan Jawa Barat dengan temuan kasus Covid-19 varian delta.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi tak akan secara otomatis menyelesaikan pandemi covid-19 di Indonesia.
“Teman-teman, virus ini banyak sekali yang kita belum tahu. Tadinya kita berpikir bahwa dengan vaksinasi supaya bisa selesai,” kata Budi dalam diskusi, yang dikutip pada Selasa (16/11/2021).
Di beberapa negara maju, kata Budi, penyebaran Covid-19 masih mengalami gelombang kenaikan, meski tingkat vaksinasi telah tinggi.
“Nah, ini adalah contoh tiga negara yang vaksinasinya sudah tinggi di atas 60 persen, ada yang di atas 70 persen, Singapore itu malah sudah di atas 80 persen dua dosis. Tapi mereka tetap terjadi gelombang kenaikan kasus lagi,” ungkapnya.
Budi menjelaskan, kenaikan gelombang kasus Covid-19 masih dimotori oleh adanya varian delta. Dikatakannya, varian Covid-19 masih terus bermutasi, yang dikhawatirkan dampaknya semakin ganas.
“Jadi kalau ada varian baru yang kemudian lebih ganas, itu terjadi lagi kenaikan kasus. Kita bisa lihat ada beberapa negara di Asia, di Jepang, Singapura, Malaysia itu semuanya naik karena varian Delta. Varian ini pertama kali masuk ke India, khususnya di Indonesia, dan habis itu menyebar ke seluruh dunia,” jelasnya.
“Klaster-klaster atau aktivitas yang dikhawatirkan menjadi tempat penularan adalah aktivitas perdagangan seperti di mal ataupun pasar tradisional. Lalu, aktivitas transportasi mulai dari darat, laut, hingga udara. Kemudian, aktivitas wisata seperti destinasi wisata, restoran, ataupun warung makan. Kemudian, aktivitas bekerja seperti di pabrik, aktivitas keagamaan, hingga aktivitas pendidikan,” terang Budi Gunadi.
“Aktivitas pendidikan di Amerika kemarin menjadi klaster baru,” cetusnya.
Untuk itu, pemerintah meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, untuk mencegah adanya gelombang penularan Covid-19 baru di Indonesia. []