ARASYNEWS.COM – Selain berpuasa di bulan Ramadhan, bulan ini menjadi kesempatan baik bagi seluruh umat Islam untuk memperbanyak amalan dan memohon ampunan dosa.
Hal ini karena pada bulan ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuka pintu maaf dan taubat bagi seluruh umat yang bersungguh-sungguh. Dan bahkan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi hambanya yang mau memperbanyak amalan baik selama Ramadan.
Amalan baik yang dilakukan adalah berbagai cara, baik sholat, membaca Al-Qur’an, zikir, istighfar, bersedekah, berbagi dengan sesama, dan lainnya.
Salah satu yang banyak dilakukan umat adalah berdo’a memohon segala sesuatu yang diinginkan baik untuk di dunia dan akhirat kelak. Lantas, dikutip arasynewscom, ada waktu-waktu tertentu yang membuat suatu do’a menjadi mustajab terutama pada bulan Ramadhan, yakni:
- Berdoa waktu sahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).
- Berdoa saat puasa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)
Selanjutnya, Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)
- Berdoa ketika waktu berbuka puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.
- Malam Lailatul Qadar
Dalam bulan Ramadhan, ada waktu yang dikenal dengan malam Lailatulqadar atau malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam hadist disebutkan, datangnya malam Lailatulqadar adalah tepat pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut:
ADVERTISEMENT
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan. Itu adalah waktu terbaik jika ingin doa dikabulkan Allah SWT. Adapaun doa yang senantiasa dipanjatkan oleh Rasulullah SAW di malam Lailatulqadar adalah memohon ampunan, sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut:
Dari Abdullah bin Buraidah, dari Aisyah, beliau bertanya, “Wahai Rasulallah! Jika aku mendapati malam lailatul qadar, doa apa yang aku panjatkan? Rasulullah SAW menjawab, katakanlah ‘Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Pemaaf, suka (memberi) maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Insya Allah, dengan melakukan do’a di waktu-waktu mustajab tersebut akan menjadikan do’a seorang hamba menjadi do’a mustajab, dengan penuh rendah diri dihadapan sang Khalik. []