Tiru Indonesia, Warga Australia Juga Lakukan Aksi Unjuk Rasa Besar-besaran

ARASYNEWS.COM – Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang demonstrasi merebak di berbagai negara dengan isu yang beragam. Gerakan aksi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Nepal, Philippines, Malaysia, Prancis, Inggris, dan bahkan yang baru-baru terjadi di Australia.

Aksi yang terjadi di Australia ini dilakukan guna memberantas kasus korupsi dan flexing aparatur dan pejabat negara. Selain itu juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan global, menyusul pembunuhan tokoh konservatif AS, Charlie Kirk. Dan juga menyarakan aksi pro Palestina.

Rangkaian aksi tersebut membuat polisi turun dan melakukan pengamanan ketat di banyak kota, termasuk memisahkan kelompok demonstran.

Pada akhir pekan kemarin hingga hari ini, di Australia di berbagai kota, ribuan orang melakukan aksi demonstrasi besar-besaran

Adapun sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Australia agar tetap waspada.

Melansir ABC, Selasa (16/9/2025) kelompok yang memperjuangkan kedaulatan Pribumi (Indigenous sovereignty) turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap rasisme dan pandangan anti-imigrasi.

Pada saat yang sama, sejumlah kelompok dengan berbagai pandangan anti-pemerintah dan anti-imigrasi juga menggelar aksi di kota-kota besar, dengan banyak demonstran mengenakan bendera Australia.

Warga di beberapa kota yang melakukan ski diantaranya di Melbourne, Adelaide, Perth, Victoria, New South Wales, Sydney, Queensland, South Australia, Tasmania, Western Australia, Northern Territory, Canberra,

Di Melbourne, massa yang tergabung dalam Indigenous Sovereignty Protest berkumpul di Stasiun Flinders Street, CBD, dengan membawa bendera Aborigin dan Palestina.

Penyelenggara menyebut aksi ini digelar sebagai respons atas serangan kekerasan terhadap kamp masyarakat First Nations di Kings Domain dua minggu lalu.

Sementara itu, di tangga Gedung Parlemen, kelompok lain dengan pandangan sayap kanan menggelar orasi menuding adanya korupsi pemerintah dan menolak energi terbarukan.

Semenit, di Sydney, sekitar lebih dari 3 ribu orang turun ke jalan. Polisi dalam jumlah besar mengamankan jalannya aksi, yang menutup sejumlah jalan sibuk antara Town Hall dan Hyde Park.

Massa, banyak di antaranya membawa bendera nasional Australia, berkumpul di Hyde Park untuk mendengarkan orasi yang mengusung beragam isu: anti-vaksinasi, anti-imigrasi, penolakan digital ID, hingga penolakan sistem tanpa uang tunai.

Di Perth, ratusan orang berkumpul di Supreme Court Gardens dengan membawa bendera Australia dan poster anti-imigrasi. Aksi diisi dengan seruan anti-pemerintah, anti-vaksin, dan kebebasan berbicara. Bahkan massa sempat melakukan mengheningkan cipta untuk Charlie Kirk, lalu berteriak “Justice for Charlie”.

Di Darwin, dalam aksi Australia Unites Rally, muncul sentimen marah atas Senator Jacinta Nampijinpa Price, yang baru-baru ini dicopot dari kabinet bayangan partainya karena pernyataan keliru soal migrasi India. Dan ada juga yang berkumpul di Alice Springs menolak rasisme.

Sementara itu, di Canberra, massa aksi turun ke jalan menentang rasisme dan fasisme. Massa juga mengibarkan bendera Palestina, mengecam serangan terhadap Camp Sovereignty di Melbourne.

Sebelumnya, di Inggris, ribuan orang turun ke jalan dalam aksi bertajuk Unite the Kingdom untuk menolak imigran ilegal sekaligus mengkritik kebijakan migrasi pemerintah.

Sementara itu, di Serbia, masyarakat terbelah antara pendukung dan penentang Presiden Aleksandar Vučić, dengan aksi protes besar yang dipicu tuduhan korupsi serta menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Di Prancis, demonstrasi berlangsung di bawah slogan Block Everything. Massa menentang pemotongan anggaran serta kenaikan pajak.

Gelombang protes yang paling fatal muncul di Nepal, terutama di kalangan generasi muda. Aksi mereka dipicu kebijakan pemerintah yang memblokir sejumlah platform media sosial, ditambah kekecewaan atas kasus korupsi serta ancaman terhadap kebebasan berbicara. []

You May Also Like