ARASYNEWS.COM – Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak gunung dan bukit, salah satunya adalah Gunung Talamau. Gunung ini terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan berdampingan dengan Gunung Pasaman.
Gunung Talamau berketinggian 2.920 mdpl yang termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif. dan menurut pantauan PVMBG, Gunung Talamau dinyatakan sudah tidak aktif meskipun masih menyimpan banyak belerang di sekitar kawahnya. Mengulik kembali sejarahnya, ditemukan bahwa Gunung Talamau pernah meletus pada 1869.
Dalam catatan PVMBG, dapat dikatakan gunung ini seolah beristirahat dalam kurun waktu yang lama. Tapi aktifitasnya mulai menjadi perhatian kembali setelah gempa tektonik terjadi tanggal 25 Februari 2022 lalu yang menelan korban jiwa dan rusaknya ratusan rumah.
Kini, gunung Talamau tercatat sebagai geosite-nya kawasan geopark di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Gunung tersebut telah banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama para pencinta alam dan pendakian gunung.
Mengutip dari laman Gunung Bagging, titik awal menuju Talakmau sebelumnya dikenal sebagai Gunung Ophir pada zaman Belanda dengan puncak tertinggi bernama Tella Maau atau Talakmau. Namun sekarang hanya dieja ‘Talamau’ oleh sebagian besar masyarakat setempat.
Yang menarik, nama Ophir itu sendiri berasal dari bahasa Ibrani, Ofir, artinya “daerah yang kaya akan emas”. Penamaan ini diawali dari kisah yang tertulis di kitab perjanjian lama yang menyebutkan tentang negeri asal dari berkilo-kilo emas yang diterima oleh Raja Salomo atau Sulaiman, dari Hiram, Raja Tirus.
Diceritakan bahwa negeri tempat emas tersebut berasal merupakan negeri dengan kekayaan emas dan tanah yang subur. Kisah ini lalu menyebar di antara para banyak petualang dan ilmuwan Eropa.

Gunung satu ini menyimpan banyak misteri dan cerita legenda yang beredar di masyarakat dan para pendaki. Para pendaki untuk mecapai puncaknya membutuhkan waktu 3 hari perjalanan.
Masih banyak hal misteri mengenai Gunung Talamau selain lokasi dan ketinggiannya. Di bawah puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.750 m, terdapat 13 telaga.
Nama-nama telaga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk di sekitar Gunung Talamau. Telaga tersebut antara lain: Talago Biru, Talago Buluah Parindu, Talago Cindua Mato.Talago Imbang Langik, Talago Lumuik, Talago Mandeh Rubiah, Talago Puti Bungsu, Talago Puti Sangka Bulan, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa, Talago Siuntuang Sudah, Talago Tapian Puti Mambang Surau, dan Talago Tapian Sutan Bagindo.
Konon menurut cerita para pendaki mengatakan, dari tiga belas telaga yang ada, hanya sembilan telaga yang dapat dijumpai oleh para pendaki. Empat telaga lainnya sulit untuk bisa dilihat secara langsung para pendaki.
Kawasan gunung Talamau masih asri dan jarang dijamah. Ada juga air terjun yang dikenal dengan nama Air Terjun Puti. Air terjun ini memiliki ketinggian 100 meter. Dan ada juga air terjun Sarasah Kajai yang lokasinya di lereng gunung. Air terjun ini terdiri dari beberapa tingkat, namun untuk menuju tingkatnya harus mendaki lereng bukit.
Untuk puncaknya, gunung Talamau memiliki 3 puncak. Puncak Trimarta sebagai puncak utama atau tertinggi, dan ada juga Puncak Rajawali dan Puncak Rajo Dewa. Puncak tersebut bisa digapai setelah pendaki melewati pos 6 dalam perjalanan sekitar 3 hari pendakian, dan para pendaki harus mempersiapkan ketersediaan air minum menjajalnya. []