ARASYNEWS.COM – Istana Siak yang berada di pusat kota Siak Sri Indrapura menjadi destinasi wisata saat ini. Istana ini didirikan sejak masa Kesultanan Siak pada masa pemerintahan Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Kerajaan Siak sendiri merupakan kerajaan yang berdiri lebih dari dua abad, yaitu tahun 1723 hingga 1946.
Sedangkan tempat ini adalah kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun tahun 1889 dan selesai dibangun tahun 1893.
Kerajaan Siak awalnya adalah pecahan dari Kerajaan Melayu yaitu antara Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecil) dan Sultan Suleiman.
Ada banyak kisah menarik di balik Istana Kesultanan Siak, salah satunya Sumur Larangan di dekat istana yang konon airnya memiliki khasiat tertentu.
Sumur Tua yang berada di luar Istana adalah Sumur pertama yang dibangun oleh Sultan.
Dikatakan, Sumur ini dibangun lebih dulu dari pada Istana. Dan pada masa itu banyak masyarakat Siak yang mengambil air ke sumur tersebut.
Air tersebut bersumber langsung dari Sungai Siak. Dan sampai sekarang banyak para pengunjung yang sampai ke Sumur ini umumnya akan mengambil Air dalam sumur tersebut.
Sumur Larangan ini sebenarnya hanyalah sumur biasa yang terletak di bagian belakang Istana.
Dahulunya, sultan-sultan Siak sering menggunakan air dari sumur ini untuk wudhu dan mandi.

Salah seorang pemandu wisata di Istana Siak ini mengatakan sumur larangan ini pada saat ini tidak boleh sembarangan diambil, karena airnya dipakai pada saat dahulu untuk berwudhu.
Sumur Larangan sendiri memiliki kedalaman sekitar 6 meter. Dari sejak dibangun sultan hingga sekarang, sumur ini tidak mengalami perubahan bentuk bangunan, masih sama seperti aslinya.
Tak jauh dari Sumur Larangan, ada bangunan sumur baru dengan kedalaman sekitar 12 meter. Meski saling berdekatan dan sumur baru lebih dalam, ternyata air di Sumur Larangan punya debit yang lebih stabil bila dibandingkan dengan sumur baru di dekatnya.
Bahkan bisa dibilang, air di Sumur Larangan ini tidak pernah mengering meskipun dalam musim kemarau yang cukup panjang, sedangkan hal serupa tidak pada sumur yang baru.

Ada kisah lain yang datang dari sumur larangan ini, dikatakan air pada sumur ini dapat menyembuhkan penyakit hingga pada masalah perjodohan.
Salah satu yang pernah terjadi adalah pernah kisah seorang anak yang menderita penyakit aneh, dan kemudian mandi dengan air di sumur larangan tersebut. Kemudian, setelah beberapa waktu anak tersebut sehat dan dapat beraktivitas kembali.
Selain itu, ada juga kisah seorang yang kesurupan. Kemudian dengan mandi di air pada sumur larangan tersebut, maka dapat sehat kembali setelah beberapa waktu.
Bukan hanya itu saja, diceritakan juga pasangan suami istri yang sudah lama tidak mendapatkan keturunan, kemudian mandi dengan air pada sumur larangan ini, akhirnya setelah beberapa lama hamil dan mendapatkan keturunan.
Meski sudah banyak kisah ajaib yang dialami beberapa orang dengan air pada sumur di istana ini, tetapi pihak penjaga selalu menekankan bahwa sumur ini hanyalah sumur biasa selayaknya sumur lain. Airnya bisa diminum, buat mandi, dan bisa juga keruh.
Hanya saja sumur ini merupakan peninggalan Sultan Syarif Kasim II yang cukup bersejarah dan tetap terus dilestarikan. []