ARASYNEWS.COM, AGAM – Hutan-hutan di kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat dikenal angker, karena sudah ada kejadian dan peristiwa aneh yang dialami masyarakat. Mulai dari hilang, tersesat, dan lainnya.
Salah satunya hutan yang berada di sebuah jurang di Jorong Aceh Baru, Nagari Batu Palano, kecamatan Sungai Pua. Masyarakat menamakannya Lurah Siameh.
Saat berada di lokasi, kebanyakan orang merasa sesak nafas di kawasan tersebut. Bahkan, hewan kecil seperti burung juga bisa jatuh dan bahkan mati saat melintas.
Bagi warga sekitar, atas fenomena di Lurah Siameh yang membuat sesak nafas ini membuat kawasan ini punya julukan tersendiri, yakni Lurah Tangek Angok.
Usut punya usut, keanehan yang terjadi di lokasi ini telah terjadi sejak dahulu kala. Kawasan ini terletak di kaki Gunung Marapi, Sumbar.
Mungkin terdengar tidak masuk akal, karena di lokasi banyak ditemukan pepohonan tumbuh dengan baik. Bagi warga yang membutuhkan akses jalur ini, biasanya berlari agar tidak mengalami sesak nafas.
Pada tahun 2018, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sumatera Barat berhasil memecahkan misteri ini.
PVMBG menyebutkan, fenomena ini terjadi karena tingginya kadar karbondioksida di kawasan tersebut yang muncul di balik bebatuan yang ada di kaki gunung.
Hasil pengukuran udara oleh PVMBG, disebutkan kadar karbondioksida bahkan bisa mencapai 27 persen dari batas normal dibandingkan area lain. Terlebih lagi saat cuaca mendung. Sehingga wajar apabila ada warga yang merasa sesak saat berada di sana.
Dalam cerita masyarakat setempat, sejak 10 tahun terakhir, warga sudah jarang melintas kawasan tersebut karena sudah ada jalan yang lebih baik.
“Tidak ada lagi warga yang ke sana, melintas lewat jalur itu. Umumnya warga sudah tahu tentang Lurah Siameh,” ungkap masyarakat disekitar, Ahad (25/4/2021).
“Memang, siapa saja yang berlama-lama berada di kawasan itu akan sulit bernafas dan bisa mengancam jiwa,” kata masyarakat.
“Kalau pun ada yang lewat, mereka tak berani berlama-lama. Dahulunya ini adalah jalur alternatif ke kampung sebelah, sekarang sudah ada jalan lain sehingga tak ada lagi yang datang,” terang warga.
Dengan wilayah Agam yang banyak hutan, perbukitan, gunung, dan lembah, tidak tertutup kemungkinan masih ada banyak misteri lainnya yang tersembunyi dan belum terpecahkan di Agam. []