Salah Satu Anggaran Biaya Haji yang Dibongkar DPR RI, Mark-up Gelang Haji

ARASYNEWS.COM – Usulan Kementerian Agama (Kemenag) agar ada kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) 2023 ini sebesar Rp 69,19 juta menuai polemik ditengah publik. Alasannya, ongkos sebesar itu memberatkan para jama’ah haji.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengungkapkan secara terang-terangan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Abdul Wachid mengungkapkan salah satu penyebab biaya haji membengkak, karena banyak komponennya yang dengan sengaja di mark-up (dilebihkan). Salah satu yang disinggungnya itu adalah gelang haji.

Wachid mengaku mendapat keterangan langsung dari para produsen gelang haji di kampung halamannya, Jepara, Jawa Tengah, bahwa biaya satu gelang haji hanya sebesar Rp5.000. Namun, biaya yang dianggarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) adalah sebesar Rp30 ribu, atau lima kali lipat dari biaya sesungguhnya.

“Saya ini orang Jepara, dari dulu sampai sekarang yang bikin gelang haji itu orang Jepara, kampung saya. Saya sudah undang mereka dan saya tanya, berapa biaya gelang haji, mereka jawab dikasih harga Rp5 ribu. Tapi oleh Kementerian Agama gelang itu dihargai Rp30 ribu. Saya ini pengusaha, dari kecil saya hitung,” katanya dalam rapat sambil memperlihatkan gelang yang dimaksud, dikutip dari kanal YouTube DPR RI.

Lebih lanjut, Abdul Wachid juga melihat data biaya yang dianggarkan oleh Kemenag terkait gelang untuk jama’ah, yakni lebih dari Rp7 miliar untuk 221.000 jemaah. Sementara, jika harga gelangnya hanya Rp5 ribu, maka seharusnya biaya yang dianggarkan hanya sekitar Rp1 miliar.

“Rp1,2 miliar pak untuk gelang. Ini mohon dikoreksi vendornya siapa, orang Kemenag sendiri atau siapa. Kalau saya hitung Rp7 miliar pak. Ini soal kecil, tapi tadi saya sampaikan, saya pengusaha, dari kecil saya hitung,” kata dia.

Bahkan, Wachid mengaku telah menyisir berbagai komponen biaya haji tahun 2022 yang nilainya mencapai Rp98 juta. Ia menemukan banyak sekali anggar yang tidak rasional.

“Jujur dari situ saya merasa berdosa karena telah memberikan persetujuan biaya haji 2022. Saya kecewa dengan berbagai komponen seperti pesawat, katering, hotel yang tidak sesuai. Bahkan sampai gelang haji pun saya tahu dan saya kecewa,” kata Legislator Dapil Jawa Tengah ini.

Apabila komponen biaya haji dihitung secara riil, lanjut Wachid, maka besaran biayanya tidak akan lebih dari Rp80 juta.

“Jadi biaya haji keseluruhan (2022) kalau kita hitung sekitar Rp20 triliun. Nah, itu dikorupsi 5 persen saja sudah Rp1 triliun. Padahal saya hitung (korupsi nya, red) lebih 5 persen, bisa 10 persen. Ngeri tidak? Orang ibadah kok dikorupsi. Kalau dia tahu, agama harusnya tidak korupsi. Ini watak saya, saya tidak takut (menyampaikan ini, red),” tegas Wachid.

Bukan hanya itu saja yang akan dibuka, beberapa lainnya adalah untuk rencana catering para jama’ah haji nantinya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, mengusulkan rerata biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi sebesar Rp 69.193.733 per orang.

Rerata biaya perjalanan ibadah haji yang diusulkan mencakup 70 persen dari rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang diusulkan Rp 98.893.909 per orang atau meningkat Rp514.888 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. []

Source. Geloraco

You May Also Like