Biaya Haji 2023 Indonesia Lebih Mahal dari Biaya Haji Malaysia

ARASYNEWS.COM – Usulan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas menaikkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya dari komisi VIII DPR RI.

Pasalnya, komposisi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang dibebankan kepada jemaah kini lebih besar. Dan ini nantinya akan membuat banyak calon jama’ah haji yang bakalan gagal berangkat tahun ini.

Dengan komposisi baru yang diusulkan oleh Kemenag, maka jama’ah haji kini harus membayar Bipih sekitar Rp 69,1 juta atau 70 persen dari BPIH 2023 yang mencapai Rp 98.893.909.

Padahal, komposisi BPIH sebelumnya adalah 40 persen dibebankan kepada jemaah dan 60 persen berasal dari subsidi atau nilai manfaat.

Dengan jarak yang relatif hampir sama ini, lantas berapa biaya haji di Malaysia?

Biaya haji di Malaysia

Dikutip dari laman resmi Lembaga Tabung Haji (TH), BPIH di Malaysia mencapai 28.632 RM atau sekitar Rp 100 juta.

Namun, berkat manfaat pengelolaan dana haji di Malaysia, ongkos yang harus ditanggung jama’ah atau Bipih hanya 10.980 RM atau Rp 38,6 juta untuk golongen B40 dan 12.980 RM atau Rp 45,6 juta untuk golongan bukan B40.

Biaya haji yang ditanggung jama’ah tersebut tak pernah naik sejak 2009, meski biaya BPIH mengalami kenaikan setiap tahun hingga 103 persen.

Sebagai informasi, kelompok B40 (buttom 40 persen) merupakan kelas ekonomi masyarakat dengan pendapatan terbawah yang mendapat banyak subsidi.

Tata kelola dana haji Malaysia

Dikutip dari e-book Apa dan Bagaimana Investasi Keuangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), kesuksesan Malaysia dalam menekan ongkos haji jama’ah berkat program Tabung Haji (TH) yang dikelola Lembaga Tabungan Haji Malaysia.

Tak heran, Tabung Haji dianggap sebagai program pengelolaan dana haji terbaik di negara Muslim saat ini.

Konsep lembaga ini pada dasarnya adalah memberikan fasilitas menabung haji bagi umat Islam, tanpa khawatir dana tabungan terkena riba. Tabungan yang disetorkan jama’ah kemudian dikelolah oleh TH melalui investasi dan berbagai usaha lainnya.

Untuk di Malaysia menginvetasinya pada sektor keuangan Islam dan usaha yang dikelola oleh Tabung Haji. Investasi keuangan ini berupa penyertaan dana dan pembelian sekuritas. Sementara usaha yang dikelola TH meliputi perhotelan, properti, dan perkebunan. Pada 2018, TH mampu membukukan keuntungan mencapai 1.636 juta RM atau sekitar Rp 5,7 triliun. Keuntungan besar itu kemudian dibagihasilkan kepada para deposan haji. []

Source. Kompas

You May Also Like