Ruas Jalan KM 106-107 Riau Sumbar Longsor Lagi, Hingga Dilakukan Penilangan

ARASYNEWS.COM, KAMPAR – Ruas jalan lintas Riau – Sumbar via XIII Koto Kampar pada KM 106-107 masih diberlakukan sistem buka tutup. Dan Satlantas Polres Kampar melakukan pengamanan kendaraan yang mengantri dari dua arah.

Pada Ahad (15/12/2024) ada pengemudi yang ditilang. Hal ini karena memotong antrian kendaraan. Padahal sebelumnya telah diinformasikan agar tetap berada pada jalur antrian kendaraan.

Kasatlantas Polres Kampar, AKP Vino Lestari, menjelaskan bahwa akhir pekan ini terjadi lonjakan kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar. Namun, kondisi kemacetan di jalan lintas Tanjung Alai masih terpantau terkendali.

“Kami harap pengendara bisa bersabar dan mematuhi aturan yang ada,” ujar AKP Vino Lestari, dalam keterangannya yang dikutip Ahad (15/12).

Dikatakan Vino, pihaknya terus memantau kondisi lalu lintas kendaraan yang melintas serta memastikan para pekerja mempercepat pemadatan serta pengaspalan jalan.

Pekerjaan ditargetkan rampung sebelum tanggal 20 Desember 2024, sehingga jalan tersebut dapat dilintasi dua arah dengan lancar.

“Kami berharap cuaca mendukung agar pekerjaan selesai tepat waktu. Kami juga meminta pengendara untuk tetap mengikuti jalur antrean dan tidak melakukan aksi salip untuk menghindari kemacetan lebih lanjut,” kata Vino.

Disisi lain, pada trase jalan baru ini kembali terjadi longsor. Hal ini, dikatakan. Kepala BPJN Riau, Yohanes Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri, bahwa akibat hujan yang terjadi. Tetapi, ruas jalan ini masih bisa dilalui kendaraan.

“Sempat terjadi longsor di bahu jalan trase baru saat hujan lebat. Agar tidak terus meluas, kami langsung lakukan antisipasi,” ujar Afdirman Ahad (15/12/2024).

Dan dikatakan dia, upaya yang dilakukan untuk pencegahan, BPJN Riau telah memasang bronjong dan terpal di area longsor, khususnya di lokasi dekat dengan box culvert.

“Saat ini kami sedang menggesa pemasangan bronjong yang kemudian ditutupi terpal agar longsor tidak meluas. Fokus utama kami ada di area sekitar box culvert,” kata Afdirman.

Afdirman menyebutkan, pemasangan bronjong bertujuan untuk menahan tanah agar tidak terus terkikis oleh air, sementara terpal digunakan untuk menutupi permukaan yang rawan terkena aliran air langsung.

Langkah ini diharapkan mampu melindungi struktur jalan yang sebelumnya telah ditimbun.

Untuk pengaspalan para jalan trase baru ini, dikatakannya, akan dikerjakan dalam waktu dekat.

“Sembari memasang bronjong dan terpal, kami terus mengamankan bahu jalan agar air tidak masuk. Mudah-mudahan cuaca bagus sehingga pekerjaan bisa cepat selesai hingga pada pengaspalan,” pungkasnya. []

foto. istimewa

You May Also Like