Perlunya Rekening Gaib Untuk Kehidupan yang Abadi di Akhirat

ARASYNEWS.com — Rekening bukan hanya berhubungan dengan bank, dan jangan berpikir bahwa rekening rekening hanya untuk urusan bank saja. Tapi ada rekening lainnya yang perlu umat buat. Rekening di bank biasanya untuk kehidupan di dunia, sementara itu rekening “gaib” bisa untuk kehidupan di akhirat kelak.

Dalam konteks agama, istilah rekening gaib, merupakan kiasan untuk amal ibadah atau sedekah yang balasannya disimpan di akhirat.

Cara kerjanya, umat secara ikhlas “menabung” kebaikan di dunia dengan bersedekah (seperti memberi sumbangan masjid/musholla atau juga madrasah.

Saldonya tidak dapat dipetik semasa hidup, kebaikan ini tidak terlihat di ATM dunia, tetapi menjadi tabungan abadi yang balasannya akan dipetik di akhirat (kehidupan abadi)

Rekening gaib ini merupakan simpanan amal untuk bekal menuju perjalanan panjang menuju akhirat yang abadi. Dengan rekening ini umat akan terbantu dalam perjalanan nanti.

Beberapa amalan yang sering disebut sebagai bentuk “rekening gaib” untuk akhirat meliputi: -bersedekah secara rutin, termasuk membantu fakir miskin.
-menyantuni anak yatim dan fakir miskin
-membangun tempat ibadah.
-menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak.

Contoh bentuk amalan yang dapat dilakukan diantaranya adalah

  1. Membeli sarung atau mukenah. Lalu sedekahkanlah di masjid yang ramai. Maka setiap kali orang memakai sarung atau mukena di sedekahkan ini, pahala orang yang sholat ini in syaa Allah juga akan mengalir kepada si pemberi.
  2. Memberi sumbangan kepada masjid musholla yang sedang direnovasi atau dibangun. Tidak perlu harus besar, tidak perlu disebut namanya, yang penting di Mata Allah, kita sudah menjadi bagian darinya. Sumbangan dapat berupa satu sak semen atau karpet atau bahkan satu kran air. Maka selama masjid musholla berdiri dipakai untuk sholat/ngaji, pahala pun akan terus mengalir.
  3. Membeli Al-Qur’an. Lalu letakkan di masjid-masjid atau di rumah-rumah tahfidz. Selama Al-Qur’an terus dibaca, setiap hurufnya akan menjadi pahala bagi si pemberi.
  4. Bersedekah ke madrasah atau rumah tahfidz atau TPA yang mengajarkan Al-Qur’an. Dan setiap kali Al-Qur’an dihapalkan oleh anak-anak, hingga nanti dia dewasa menggunakannya dalam sholatnya, maka in syaa Allah akan juga mendapatkan pahalanya.
  5. Menyantuni kehidupan seorang yatim atau dhuafa. Jika mampu maka tanggunglah kehidupannya. Ini seperti membeli nyawa kedua. Mungkin kita akan lebih dulu tua dan meninggal, sementara anak yatim dan dhuafa yang pernah umat tanggung masih tumbuh. Seluruh amal kebaikannya pun akan menjadi wasilah bagi bertambahnya hitungan amal kita pula
  6. Tanggunglah makan seorang guru atau ustadz di sekitarmu. Seorang guru yang mengajar setiap hari dengan ikhlas, mengajarkan kebaikan ke banyak anak sepanjang hidupnya. Jika kita ikut berbakti menanggung kehidupan nya, maka kita pun akan memiliki rekening amal dari setiap kebaikan sang guru/ustadz/orang tua. Karena kita adalah yang ikut membantu beliau untuk terus mampu memperpanjang dakwahnya.
  7. Menanam sebuah pohon akan sangat bermanfaat. Apalagi jika pohon itu mampu hidup ratusan tahun. Selain membantu menyediakan oksigen, barang siapa yang berteduh di bawahnya pun akan terhitung menjadi catatan amal kebaikan kita. ini seperti memiliki pohon amal yang tiap saat bisa dipetik tanpa mengenal musiman.
  8. Membeli kursi roda untuk disedekahkan ke klinik atau rumah sakit atau panti jompo. Maka setiap kali kursi roda ini dimanfaatkan, in syaa Allah amalan baik ini pun akan terus mengalir.

Wallahu alam bish shawab

[]

Next Post

No more post

You May Also Like