ARASYNEWS.COM – Mulai tahun depan, yakni tahun 2025, pemerintah Indonesia membuka kemungkinan untuk melakukan impor 1 juta ton beras dari India tahun depan.
Hal itu terjadi jika stok beras dalam negeri tak mencukupi kebutuhan karena penurunan produksi para petani lokal.
Rencana impor beras dari India ini diucapkan langsung, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Produksi beras Indonesia diperkirakan sebesar 30,34 juta ton pada tahun ini. Jumlah itu turun 2,43 persen dari tahun sebelumnya.
Penambahan kuota impor beras ini, kata Zulkifli Hasan, guna menambah kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).
“Memang kita terutang harusnya kan kita impor 1 juta ton lagi, tapi karena awalnya India melarang, jadi pakai skema business to business,” ujar Zulkifli Hasan, Selasa (29/10/2024) kemarin di Jakarta.
Ia menerangkan, mulanya pemerintah telah menetapkan bakal mengimpor beras sebanyak 3,6 juta ton di 2024. Sementara itu, realisasi impor selama periode Januari hingga Agustus 2024 baru tercatat sebanyak 2.937.772 ton dan pada September hingga Desember rencananya akan mengimpor sebanyak 1.552.686 ton.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo mengatakan, rencana penambahan impor akan dilakukan dengan memperhatikan jumlah produksi beras nasional. Jika jumlah produksi dalam negeri menurun, maka impor beras akan dilakukan untuk menyiapkan dan mengamankan cadangan pangan. []