Tentang Gunung Dukono di Maluku Utara dan Status Sebelum Erupsi yang Memakan Korban

ARASYNEWS.COM – Gunung Dukono 1335 mdpl di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) erupsi pada Jum’at (8/5/2026) pagi sekitar pukul 07:40 WIT.

Gunung api tersebut mengalami erupsi hebat dengan tinggi kolom abu mencapai 10.000 meter dari atas puncak.

Saat kejadian, ada 20 pendaki terdampak bencana tersebut. Mereka saat itu berada di puncak melakukan evakuasi yang dibimbing oleh pemandu. Sementara itu, ada tiga orang yang terjebak dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Keterangan Lain Tentang Pendaki

Dalam penelusuran, diketahui para pendaki tersebut nekat melakukan pendakian demi kebutuhan konten media sosial. Meski sebelumnya otoritas setempat telah mengeluarkan larangan aktivitas di zona bahaya untuk gunung api tersebut.

Banyak konten kreator sengaja datang bahkan ada ajakan dengan tutorial. Padahal kondisi gunung untuk saat ini berada pada level II (Waspada) dan tertutup untuk pendakian dengan jarak 10 kilometer.

Tentang Gunung Dukono

Gunung Dukono menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer ke udara. Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.335 meter (4.380 kaki) merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Sejak 15 Juni 2008, status aktivitas Gunung Dukono ditetapkan berada di level II (waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas.

Tak hanya itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 km dari Kawah Malupang Warirang, kawah paling aktif di Komplek Gunung Dukono.

Berdasarkan informasi laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono termasuk gunung api bertipe strato atau berbentuk kerucut.

Terdapat beberapa kawah yang ada di sekitar puncak Gunung Dukono, tapi beberapa di antaranya sudah padam atau tidak aktif.

Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Tanah Lapang, Dilekene (A dan B), Malupang Magiwe (C), Telori (D), Heneowara (G ), dan Malupang-Warirang.

Kawah Malupang-Warirang merupakan kawah paling aktif di Gunung Dukono.

Aktivitas gempa yang terekam di Gunung Dukono secara umum berupa gempa vulkanik dalam (VA), vulkanik-dangkal (VB), tektonik-lokal (TL), tektonik-jauh (TJ), serta gempa hembusan/letusan. Gunung Dukono meletus berkali-kali sejak ratusan tahun silam.

Mengutip laman PVMBG, Gunung Dukono pernah mengalami erupsi dahsyat yang merusak Kota Tolo pada tahun 1550. Aliran lava letusan menghubungkan Gunung Mamuya dengan Pulau Halmahera yang sebelumnya dipisahkan oleh laut.

Setelah itu, letusan kembali terjadi pada tahun 1861-1869 dan 1901. Pada 13 Agustus 1933, terjadi letusan hebat dengan pusat kegiatan di bawah Kawah Malupang-Warirang. Aliran lava dari letusan melimpah ke arah utara dan merusak banyak wilayah.

Gunung Dukono kembali mengalami peningkatan aktivitas yang disertai letusan beberapa kali pada tahun 1941-1942, 1945, 1946, 1952, 1969, 1971, 1991, 1992, 1993, dan 1995.

Pada 2 Maret 2003, terjadi letusan abu dengan ketinggian 200 meter di atas puncak. Suara gemuruh terus terdengar setelahnya, hingga kembali terjadi letusan abu pada 5 Maret 2003.

Sebelum letusan saat ini, gunung Dukono tersebut juga tercatat mengalami erupsi pada Senin, 6 April 2026 silam dan berstatus level II (waspada). Pendakian ditutup untuk jarak 10 kilometer dari puncak kawah.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like