ARASYNEWS.com — Buku pelajaran untuk sekolah yang digunakan siswa di berbagai jenjang pendidikan juga tak luput dari perhatian oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dari hasil pemeriksaannya, dinilainya bahwa sejumlah aspek fisik buku, mulai dari ukuran huruf hingga kualitas bahan, perlu diperbaiki agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Untuk huruf, dikatakannya ukuran pada sejumlah buku masih terlalu kecil dan ini menyulitkan untuk dibaca terutama bagi siswa sekolah dasar.
Ia menilai bahwa kondisi tersebut dapat membuat anak membaca terlalu dekat dengan buku.
Selain itu juga menemukan adanya buku dengan bahan yang dinilai kurang tahan lama.
Prabowo Subianto pun mengusulkan pembaruan setelah meninjau langsung buku-buku yang digunakan siswa di sekolah.
Atas temuan peninjauan tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap buku dan buku pelajaran yang digunakan mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Evaluasi tidak hanya menyangkut isi, tetapi juga aspek desain dan kualitas fisik buku.
Pemerintah sebelumnya juga telah menugaskan tim untuk mempelajari kembali buku ajar agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Buku yang akan dievaluasi
Pertama, kualitas fisik buku dinilai kurang baik. Sebagian buku disebut mudah rusak, bahkan ada yang sudah rusak saat masih digunakan siswa.
Pemerintah juga telah membandingkan kualitas buku pelajaran Indonesia dengan negara tetangga sebagai bahan evaluasi.
Kedua, ukuran tulisan pada buku dinilai terlalu kecil sehingga kurang nyaman dibaca dan berpotensi membuat mata siswa lebih cepat lelah. Karena itu, buku baru nantinya akan menggunakan huruf yang lebih besar, desain yang lebih menarik, serta bahan yang lebih kuat agar tahan lama.
Tak hanya buku pelajaran, buku tulis untuk siswa kelas 1–3 SD juga akan didesain ulang dengan garis yang lebih lebar agar membantu anak yang baru belajar menulis.
Pemerintah menilai penggunaan buku fisik tetap penting untuk melatih kemampuan menulis sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.
[]