ARASYNEWS.com — Sebuah motor roda tiga berlogo Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) “nyungsep” masuk ke sawah.
Video penampakan ini beredar di media sosial pada Rabu (5/8/2026).
Dalam video, tampilan pertama: satu orang mengemudikan sepeda motor roda tiga berwarna merah-putih. Ada dua orang duduk di bak belakangnya yang terbuka bagian penutupnya. Dua orang itu mengenakan pakaian seragam ASN. Mereka tampak gembira dan bahagia. Kendaraan itu berjalan di area pemukiman penduduk yang juga dekat area persawahan.
Kemudian pada tampilan berikutnya, terlihat kendaraan itu berada di dalam sawah. Kemudian secara bersama-sama diangkat keatas keluar dari sawah. Dan salah seorang terlihat senang sambil mengangkat tangannya.
Ditelusuri, ternyata lokasi kejadian itu terjadi di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, disebutkan bahwa kendaraan itu dikemudikan oleh salah satu perangkat desa.
Adapun peristiwa tersebut diduga dipicu oleh tuas gas yang tersangkut sehingga kendaraan melaju tanpa terkendali dan akhirnya terperosok ke sawah.
Warga setempat kemudian bergotong royong membantu proses pengevakuasian kendaraan dari lokasi kejadian. Tak ada korban yang terluka dalam insiden itu. Sementara kondisi kendaraan tidak diketahui kelanjutannya.

Sepeda motor roda tiga KDMP
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mendapat masing-masing sepeda motor roda tiga untuk operasional. Motor ini merupakan aset pengadaan fasilitas logistik dari pemerintah (disalurkan lewat PT Agrinas Pangan Nusantara dan mitra pabrikan seperti Viar atau Powerace).
Kendaraan ini tidak diperjualbelikan secara bebas karena dialokasikan langsung sebagai unit operasional bantuan program.
Adapun, harga pasaran umum motor niaga tiga roda sejenis di Indonesia berkisar antara Rp22.000.000 hingga Rp45.000.000 per unit tergantung merk dan kapasitas mesin (150cc–300cc).
Setiap gerai/unit koperasi mendapatkan alokasi 2 unit sepeda motor roda tiga.
Selain 2 motor roda tiga, setiap titik koperasi mendapatkan dukungan 1 unit mobil pick up dan 1 unit truk.
Kendaraan tersebut didapat dari impor yang dipenuhi oleh pabrikan lokal yang diperuntukkan untuk operasional kebutuhan KDMP.
“Sepeda motor roda tiga total berjumlah 160 ribu. Dari semua produsen di Indonesia sudah kita pesan juga,” ujar Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota saat ditemui di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).
Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah menghubungi seluruh produsen motor roda tiga yang ada di Indonesia. Namun, pesanan yang membludak membuat lini produksi lokal kewalahan.
“Viar, Kaisar, terus Ace, di depan ada TVS, mereka juga tidak mampu produksi yang banyak. Sisanya kita pesannya dari luar, kita impor terpaksa, karena mereka sudah tidak mampu lagi (produksi lokal),” tambah dia.
Joao tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana proporsi pengadaan motor roda tiga tersebut. Berapa banyak yang diimpor dan berapa banyak yang produksi lokal.
Sementara itu dalam data untuk jumlah kendaraan yang dipesan adalah sebanyak 160 ribu unit. Terdiri atas pickup 4×4 totalnya 80 ribu unit dan light truck juga 80 ribu unit.
Kontrak dengan merek India mencakup pengadaan total 105.000 unit. Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Sepeda motor roda tiga ini terkenal tangguh di segala medan, kuat mengangkut barang, dan irit bahan bakar. Motor ini dapat mengangkut barang hingga 600 kilogram.
[]
sc. news.nusantaratv