Harga Alat Sadap yang Dipergunakan

ARASYNEWS.com — Alat penyadap yang dipergunakan untuk mengetahui aktivitas dan pergerakan pejabat di negara banyak dipertanyakan. Alat sadap milik negara itu diklaim bernilai Rp 1 Triliunan.

Alat itu sempat diboyong dari Mabes Polri ke kediaman beberapa jenderal begitu Listyo Sigit Prabowo tak lagi menjabat Kapolri.

Selamat Ginting, pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), melontarkan itu dalam seminar Akbar Faizal Uncensored, Rabu (4/11/2026).

Mengutip Afu.id, ia juga menduga operasi jaringan itu dibiayai dana dari judi online (judol), narkoba, dan tambang.

Menurutnya, sasaran penyadapan mulai dari Presiden dan jajaran menteri, para ketua umum partai, sampai mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menuding ada 11 perwira tinggi yang terseret, termasuk dua Irjen yang menurutnya ikut ditangkap, meski Polri belum mengonfirmasi nama maupun status mereka.

Diketahui, Bareskrim Polri hingga saat ini baru menjadikan tiga orang sebagai tersangka, yaitu Listyo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, serta Irjen Eko Hadi Santoso. Mereka kini mendekam sementara di Rutan Mabes Polri.

Soal nilai alat, tidak ada data resmi yang tersedia. Tapi dari dokumen yang ditemukan IndonesiaLeaks hanya memuat catatan pengadaan sistem intrusi zero-click bagi Polda Metro Jaya pada 2017 senilai Rp99,1 miliar serta Mabes Polri pada 2018 sebesar Rp149,9 miliar.

“Saya kira akan terbongkar dana-dana haram ini, baik yang dari judi online, kemudian dari narkoba, dan lain-lain,” ujar Selamat.

Hingga kini, dugaan aliran dana haram tersebut masih berupa klaim dari Selamat Gunting dan belum keterangan pers resmi dari pihak kepolisian.

[]

sc.afu.id

Next Post

No more post

You May Also Like