ARASYNEWS.com — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia saat ini dijabat oleh KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau yang akrab disapa Gus Irfan. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025. Sementara itu, wakil menterinya yang juga diangkat adalah Dahnil Anzar Simanjuntak
Dan Gus Irfan baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait pengangkatan dua putranya sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, serta mengumumkan rencana penurunan biaya haji 2027 yang dibayar langsung oleh jemaah sekitar Rp3,4 juta.

Klarifikasi Pengangkatan Anak-anaknya
Gus Irfan, mengakui dua putranya, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad, diangkat menjadi tenaga ahli di kementeriannya lewat Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2026.
Dan pengangkatan ini langsung menjadi perbincangan dan menuai sorotan publik.
Terkait pengangkatan itu, Gus Irfan menjelaskan, saat BP Haji dibentuk pada akhir 2024 ia belum punya kantor maupun staf, sehingga kedua anak dan para santrinya membantu secara sukarela tanpa gaji selama beberapa bulan.
Setelah lembaga terbentuk, sebagian yang dinilai berkompetensi diangkat sebagai tenaga ahli, sementara sebagian lain kembali ke pondok.
Ia juga menyebut dirinya berhak menunjuk tiga staf khusus tapi hanya mengambil satu, dan berhak atas lima tenaga ahli tapi hanya mengambil empat.
Soal kebutuhan SDM, kementerian membutuhkan sekitar 7.000 pegawai, sedangkan data internal mencatat baru 3.631 orang.
Tanpa rekrutmen ASN baru, kementerian memilih membuka mutasi dari instansi lain dan memakai tenaga alih daya.
Kemenhaj menyatakan menghormati kritik publik sebagai bagian dari pengawasan, serta berkomitmen menjaga kepercayaan lewat keterbukaan dan pengisian personel yang bisa dipertanggungjawabkan.
Diakuinya, dua putranya yang diangkatnya dan menempati posisi strategis itu, yakni tenaga ahli di lingkungan Kemenhaj, disebutnya telah membantu pembentukan BP Haji secara sukarela selama beberapa bulan sebelum pengangkatan itu menuai sorotan publik.
Disebutkannya juga, sebagian pihak yang membantu pembentukan Kemenhaj telah diangkat menjadi tenaga ahli, sementara lainnya kembali ke aktivitas masing-masing. Dan ia hanya mengambil satu dari tiga jatah staf khusus dan empat dari lima tenaga ahli.
Ia juga menghormati kritik masyarakat sebagai bentuk pengawasan di instansi pemerintah, dan menegaskan komitmen menjaga kepercayaan melalui keterbukaan, pengisian personel yang akuntabel, dan pelayanan yang bermanfaat bagi jemaah.

Sorotan Publik
Pengangkatan dua putra Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan sebagai tenaga ahli kementerian menuai sorotan publik. Meski tidak melanggar aturan secara formal, kebijakan tersebut memicu perdebatan terkait etika pemerintahan, transparansi, dan potensi konflik kepentingan dalam pengisian jabatan yang dibiayai negara.
Berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026, dua putra Gus Irfan, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi tercantum sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI)
Terkait pengangkatan yang tidak secara terbuka dan tanpa melalui proses, ini menjadi pertanyaan publik dan sindiran.
Beberapa masyarakat menyampaikan itu melalui media sosial dan bahkan disebut sebagai “menteri yang serakah” karena mengangkat dan memposisikan dua orang anaknya.
[]