ARASYNEWS.com — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terlihat dalam rekaman menggunakan bantuan oksigen saat melakukan kunjungan (kunker) ke Kalimantan Tengah. Foto dan video kunjungan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan viral pada Sabtu (24/10/2026).
Penampakan itu adalah di Rumah Oksigen milik Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Kalimantan Tengah.
Dan perhatian publik tertuju pada kondisi Menkes yang terlihat duduk sambil menggunakan selang oksigen, di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.
Dalam foto yang beredar, terdapat narasi yang membandingkan kondisi Menkes selama kunjungan dengan pengalaman warga setempat yang mengaku telah berbulan-bulan menghirup asap.
“Belum 24 jam Bapak sudah duduk di kursi sambil menghirup oksigen. Bayangkan kami yang menghirup sekitar empat bulan. Bukan kuat, tapi dipaksa kuat demi mengejar rezeki yang tidak seberapa, bahkan rela mempertaruhkan nyawa,” demikian bunyi narasi dalam foto tersebut.
Unggahan itu memicu beragam tanggapan warganet. Sejumlah perhatian tertuju pada kondisi kualitas udara di wilayah terdampak serta risiko kesehatan yang harus dihadapi masyarakat selama kabut asap berlangsung.
Momen itu terjadi saat ia berada di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan statemen yang disampaikannya beberapa waktu lalu, yakni “beradaptasi dengan asap karhutla”.
Salah satu unggahan yang beredar membandingkan momen tersebut dengan pengalaman warga yang mengaku telah berbulan-bulan menghirup asap sambil tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.
Meski alasan Menkes menggunakan oksigen tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia, peristiwa ini kembali menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara dan dampak kabut asap bagi kesehatan.
Kunjungan Budi Gunadi ke Rumah Oksigen MDMC PWM Kalteng juga menjadi sorotan terkait penanganan dampak karhutla. Masyarakat berharap pemerintah memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas medis dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap yang berkepanjangan menjadi persoalan yang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga yang tetap harus bekerja dan mencari penghidupan di tengah kondisi udara yang buruk.
[]