Ketimpangan Perayaan Kemerdekaan di Indonesia

ARASYNEWS.com — Perayaan hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia akan dilakukan dengan meriah dengan berbagai konsep yang dihadirkan.

Sementara itu, di dunia maya banyak yang menyebutkan bahwa perayaan kemerdekaan yang terjadi ini mengalami ketimpangan yang sangat signifikan.

Ketimpangan perayaan kemerdekaan di Indonesia terlihat dari kontras antara kemeriahan seremonial mewah yang dibiayai anggaran negara bagi para pejabat dan kondisi sebagian rakyat kecil yang masih bergulat dengan kesulitan ekonomi, kemiskinan, serta belum meratanya keadilan sosial. Sementara itu, rakyat yang merayakan kemerdekaan menggelar dengan dana yang dihimpun dari sumbangan ataupun iuran bersama.

Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa bentuk nyata ketimpangan yang terjadi dalam perayaan kemerdekaan.

Perayaan megah kemerdekaan banyak terlihat di berbagai instansi dan ini sering kali berbanding terbalik dengan beban hidup masyarakat bawah yang terpinggirkan.

Terlihat juga, salah satunya yang juga sering terlaksana adalah para tamu undangan dan pejabat ditempatkan dibawah tenda atau atap yang terlindung dari teriknya sinar matahari ataupun hujan. Sementara itu, peserta upacara yang lainnnya tidak. Mereka bahkan harus bertahan dengan kucuran keringat atau bahkan air hujan yang membasahi.

Selain itu, kesenjangan juga terlihat dalam kegiatan upacara yang dilakukan, masyarakat melaksanakan dengan menggunakan uang iuran bersama ataupun sumbangan dari pihak sponsor yang mendukung, demikian juga untuk hadiah-hadiah dalam pelaksanaan perlombaan kemeriahan 17 Agustus. Sementara itu, bagi pejabat di lingkungan pemerintahan melaksanakan dengan menggunakan uang anggaran negara ataupun daerah.

Kegiatan kemeriahan lainnya yang banyak terjadi yang dilakukan masyarakat adalah dengan iuran bersama atau bahkan uang pribadi dari kantong masyarakat. Demikian juga untuk penyediaan hiasan (seperti bendera dan umbul-umbul) yang diwajibkan yang merupakan instruksi dari pemerintah. Sementara itu, tidak bagi pemerintah pada kantor ataupun ruangan yang anggarannya dengan menggunakan uang negara yang diambil.

Disisi lain, bahkan dengan kondisi ini menyebutkan bahwa kemerdekaan belum terasa bagi masyarakat. Kemerdekaan disebutkan hanya bagi mereka di lingkungan pemerintahan khususnya bagi pejabat di Indonesia.

[]

dok. Ilustrasi

Next Post

No more post

You May Also Like